{"id":1550,"date":"2021-10-26T16:59:47","date_gmt":"2021-10-26T16:59:47","guid":{"rendered":"https:\/\/blogs.qiscus.com\/id\/?p=1550"},"modified":"2024-12-10T03:54:47","modified_gmt":"2024-12-10T03:54:47","slug":"soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/","title":{"rendered":"Soft Selling dan Hard Selling, Apakah Perbedaannya?"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam bidang <a href=\"https:\/\/blogs.qiscus.com\/id\/2021\/10\/07\/strategi-penjualan-online-yang-efektif-dan-mudah-dilakukan\/\">penjualan<\/a>, istilah <em>soft selling<\/em> pasti sudah tidak asing lagi. Selain itu, ada juga istilah yang hampir serupa bernama <em>hard selling<\/em>. Terdengar mirip, tapi apa sebenarnya perbedaan kedua istilah tersebut dan manakah yang lebih tepat untuk diterapkan pada bisnis Anda? Untuk bisa menentukan yang terbaik, maka Anda harus tahu dulu perbedaannya dari informasi di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#Soft_Selling\" >Soft Selling<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#Hard_Selling\" >Hard Selling<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#Apa_Perbedaannya\" >Apa Perbedaannya?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#Pendekatan_yang_Diterapkan\" >Pendekatan yang Diterapkan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#Ketertarikan_Konsumen\" >Ketertarikan Konsumen<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#Bidang_Industri_yang_Menerapkannya\" >Bidang Industri yang Menerapkannya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#Jangka_Waktu_Penjualan\" >Jangka Waktu Penjualan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#Tips_Menjalankan_Soft_Selling\" >Tips Menjalankan Soft Selling<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#1_Menggunakan_Kalimat_Sederhana_tapi_Menarik\" >1. Menggunakan Kalimat Sederhana tapi Menarik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#2_Perhatikan_Tampilan_Visual\" >2. Perhatikan Tampilan Visual<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#3_Tentukan_Layout_yang_Tepat\" >3. Tentukan Layout yang Tepat<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Soft_Selling\"><\/span>Soft Selling<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika diartikan dari namanya, \u201c<em>soft\u201d<\/em> berarti halus dan \u201c<em>selling\u201d<\/em> berarti penjualan. Lalu jika dijabarkan, maka <em>soft selling<\/em> memiliki arti teknik pendekatan penjualan yang menggunakan bahasa cenderung halus dan menyebabkan orang merasa penasaran. Dalam menerapkan teknik ini, calon konsumen tidak terpaksa atau merasa diburu-buru untuk segera melakukan transaksi. Mereka umumnya lebih tertarik untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut dari <em>salesperson<\/em> atau melihat iklan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Hard_Selling\"><\/span>Hard Selling<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berkebalikan dari <em>soft selling<\/em>, <em>hard selling<\/em> memiliki arti teknik pendekatan penjualan yang lansung tepat sasaran. Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong konsumen untuk segera melakukan transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Hard selling<\/em> biasanya dilakukan oleh salesperson atau diterapkan pada iklan <em>online<\/em> maupun <em>offline<\/em>. Banyak yang menganggap teknik ini agresif dan terlalu memburu konsumen. Meski begitu, dalam kondisi tertentu metode ini dianggap cukup efektif untuk meningkatkan penjualan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Perbedaannya\"><\/span>Apa Perbedaannya?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah melihat penjelasan di atas, ada beberapa perbedaan yang tampak dari <em>soft selling<\/em> dan <em>hard selling<\/em>, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendekatan_yang_Diterapkan\"><\/span>Pendekatan yang Diterapkan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pendekatan <em>soft selling<\/em> menggunakan kata-kata halus dan mengandalkan persuasi, sehingga membuat <a href=\"https:\/\/blogs.qiscus.com\/id\/2021\/09\/25\/tips-menentukan-target-market-yang-sesuai-dengan-bisnis\/\">target konsumen<\/a> lebih penasaran untuk mengetahuinya lebih lanjut. Sedangkan <em>hard selling<\/em> lebih menggunakan penjualan yang cenderung agresif dan <em>to-the-point.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ketertarikan_Konsumen\"><\/span>Ketertarikan Konsumen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Soft selling<\/em> umumnya diterapkan oleh bisnis yang ingin menciptakan citra baik dan membangun keterikatan dengan konsumen. Jika <em>brand engagement<\/em> meningkat, maka kemungkinan besar angka penjualan akan turut meningkat. Konsumen biasanya lebih tertarik pada bisnis yang menerapkan penjualan halus, karena mereka dibuat penasaran untuk mengetahui apa saja yang dimilikinya.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Hard selling<\/em> juga tetap mampu menarik konsumen, tapi hanya tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang cenderung singkat. Ketertarikan konsumen hanya pada satu produk saja dan tidak ingin mengetahui bisnis lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bidang_Industri_yang_Menerapkannya\"><\/span>Bidang Industri yang Menerapkannya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Masing-masing perusahaan bebas menentukan pendekatan penjualan yang mereka inginkan. Namun, secara umum, kita dapat melihat ada industri tertentu yang lebih identik dengan salah satu metode ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Penjualan secara halus biasanya dipilih oleh industri konsultan, manufaktur, <em>content marketing<\/em>, dan lainnya. Sedangkan penjualan langsung lebih sering digunakan oleh industri perbankan, asuransi, <em>telemarketing,<\/em> dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jangka_Waktu_Penjualan\"><\/span>Jangka Waktu Penjualan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Keduanya juga memiliki jangka waktu penjualan berbeda. <em>Soft selling <\/em>berfokus pada penjualan dalam jangka panjang, sementara <em>hard selling<\/em> menargetkan penjualan untuk jangka pendek. Menggunakan metode <em>hard selling<\/em> artinya Anda ingin konsumen segera membeli produk yang Anda tawarkan di tempat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Menjalankan_Soft_Selling\"><\/span>Tips Menjalankan Soft Selling<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/88RouEjoiTpHYvZkV2riXPHXJVo1TEQPw-TsWKhLzRQrH4yb5IxwDBqsiYjYPptaTYc0G1rJZuloacbcxWJNlmowDujx-pfwbJRsnUNnTXbqsBh53ELozvifcHrX0q8tD-A4IjtT=s1600\" alt=\"\" \/><figcaption>Freepik<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Menurut riset yang dilakukan New Century Media, konsumen lebih tertarik membeli produk yang ditawarkan melalui penjualan halus. Selain itu, mereka juga akan merekomendasikan pada orang lain dan kemungkinan besar akan membeli lagi produk tersebut. Jadi bisa disimpulkan bahwa metode ini lebih efektif untuk memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan penjualan secara jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila ingin menggunakan metode <em>soft selling<\/em>, ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk membuatnya menghasilkan keuntungan besar. Berikut tips-tipsnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menggunakan_Kalimat_Sederhana_tapi_Menarik\"><\/span>1. Menggunakan Kalimat Sederhana tapi Menarik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak perlu terlalu banyak menulis banyak kata. Sebaliknya, Anda harus mengurangi penggunaan kata untuk mempromosikan produk Anda. Lalu sebagai gantinya, gunakan ilustrasi untuk mendeskripsikan produk tersebut. Ilustrasi ini dapat berbentuk ikon, foto, maupun testimoni dari pengguna produk. Fokuslah pada kata-kata yang mampu mendeskripsikan secara detail fungsi utama produk yang ditawarkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Perhatikan_Tampilan_Visual\"><\/span>2. Perhatikan Tampilan Visual<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Konsumen umumnya lebih tertarik pada tampilan visual yang lebih menarik perhatian. Dibandingkan kata-kata, gambar akan lebih menarik minat konsumen. Jadi, gunakanlah gambar sebagai strategi utama untuk memasarkan produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya gambar yang digunakan harus relevan dengan produk yang dipasarkan. Sebagai contoh Anda akan memasarkan sepatu anak, maka gunakanlah foto sepatu anak untuk mempromosikan dan menyampaikan produk Anda pada konsumen. Dengan begitu, Anda tidak perlu menggunakan terlalu banyak kata.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tentukan_Layout_yang_Tepat\"><\/span>3. Tentukan Layout yang Tepat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kata-kata dan gambar yang relevan sudah ditentukan. Kini Anda perlu menenentukan <em>layout<\/em> atau tata letak yang tepat untuk membuat produk Anda semakin menarik. <em>Layout<\/em> juga akan membantu konsumen menyerap informasi penting tentang produk tersebut. Anda perlu belajar bagaimana caranya mengatur <em>layout<\/em> yang baik supaya gambar dan tulisan dapat menyatu secara sempurna dan menjadikannya sebagai kampanye iklan yang efektif.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah perbedaan <em>soft selling<\/em> dan <em>hard selling<\/em>, serta tips bagaimana cara menjalankan <em>soft selling<\/em> yang efektif. Menggunakan metode pendekatan penjualan yang sesuai dengan bisnis Anda dapat membantu meningkatkan angka penjualan. Jadi, pastikan Anda memilih yang paling sesuai dengan bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Segera tingkatkan performa bisnis Anda dengan bantuan Facebook Ads yang terintegrasi dengan WhatsApp bisnis Anda. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai artikel ini atau ingin mengetahui tentang <a href=\"https:\/\/blogs.qiscus.com\/id\/2020\/08\/24\/whatsapp-business-api-solusi-efektif-untuk-komunikasi-bisnis\/\">WhatsApp Business API<\/a> bagi bisnis Anda, tanyakan lebih lanjut melalui <a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/contact\">tautan ini.<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Dalam bidang penjualan, istilah soft selling pasti sudah tidak asing lagi. Selain itu, ada juga istilah yang hampir&hellip;\n","protected":false},"author":27,"featured_media":1551,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[541,39,457,69,540],"class_list":{"0":"post-1550","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-insight","8":"tag-hard-selling","9":"tag-konsumen","10":"tag-pelanggan","11":"tag-penjualan","12":"tag-soft-selling"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Soft Selling dan Hard Selling, Apakah Perbedaannya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apakah perbedaan soft selling dan hard selling? Lalu, bagaimana cara menerapkan soft selling yang tepat? Temukan jawabannya hanya di artikel berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Soft Selling dan Hard Selling, Apakah Perbedaannya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apakah perbedaan soft selling dan hard selling? Lalu, bagaimana cara menerapkan soft selling yang tepat? Temukan jawabannya hanya di artikel berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Omnichannel Conversational Platform\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Qiscus\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-10-26T16:59:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-10T03:54:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/10\/soft-selling.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"666\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Qiscus Editorial Team\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@qiscus_io\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@qiscus_io\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Qiscus Editorial Team\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Qiscus Editorial Team\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\"},\"headline\":\"Soft Selling dan Hard Selling, Apakah Perbedaannya?\",\"datePublished\":\"2021-10-26T16:59:47+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-10T03:54:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/\"},\"wordCount\":766,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/10\\\/soft-selling.jpg\",\"keywords\":[\"hard selling\",\"Konsumen\",\"pelanggan\",\"penjualan\",\"soft selling\"],\"articleSection\":[\"Insight\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/\",\"name\":\"Soft Selling dan Hard Selling, Apakah Perbedaannya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/10\\\/soft-selling.jpg\",\"datePublished\":\"2021-10-26T16:59:47+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-10T03:54:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\"},\"description\":\"Apakah perbedaan soft selling dan hard selling? Lalu, bagaimana cara menerapkan soft selling yang tepat? Temukan jawabannya hanya di artikel berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/10\\\/soft-selling.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2021\\\/10\\\/soft-selling.jpg\",\"width\":1000,\"height\":666,\"caption\":\"soft selling\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Insight\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/insight\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Soft Selling dan Hard Selling, Apakah Perbedaannya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Omnichannel Conversational Platform\",\"description\":\"Artikel bagi Perusahaan untuk memajukan Customer Experience\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\",\"name\":\"Qiscus Editorial Team\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Qiscus Editorial Team\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/editorialteam\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Soft Selling dan Hard Selling, Apakah Perbedaannya?","description":"Apakah perbedaan soft selling dan hard selling? Lalu, bagaimana cara menerapkan soft selling yang tepat? Temukan jawabannya hanya di artikel berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Soft Selling dan Hard Selling, Apakah Perbedaannya?","og_description":"Apakah perbedaan soft selling dan hard selling? Lalu, bagaimana cara menerapkan soft selling yang tepat? Temukan jawabannya hanya di artikel berikut ini!","og_url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/","og_site_name":"Omnichannel Conversational Platform","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Qiscus","article_published_time":"2021-10-26T16:59:47+00:00","article_modified_time":"2024-12-10T03:54:47+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":666,"url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/10\/soft-selling.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Qiscus Editorial Team","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@qiscus_io","twitter_site":"@qiscus_io","twitter_misc":{"Written by":"Qiscus Editorial Team","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/"},"author":{"name":"Qiscus Editorial Team","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559"},"headline":"Soft Selling dan Hard Selling, Apakah Perbedaannya?","datePublished":"2021-10-26T16:59:47+00:00","dateModified":"2024-12-10T03:54:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/"},"wordCount":766,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/10\/soft-selling.jpg","keywords":["hard selling","Konsumen","pelanggan","penjualan","soft selling"],"articleSection":["Insight"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/","name":"Soft Selling dan Hard Selling, Apakah Perbedaannya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/10\/soft-selling.jpg","datePublished":"2021-10-26T16:59:47+00:00","dateModified":"2024-12-10T03:54:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559"},"description":"Apakah perbedaan soft selling dan hard selling? Lalu, bagaimana cara menerapkan soft selling yang tepat? Temukan jawabannya hanya di artikel berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/10\/soft-selling.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/10\/soft-selling.jpg","width":1000,"height":666,"caption":"soft selling"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/soft-selling-dan-hard-selling-apakah-perbedaannya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Insight","item":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/category\/insight\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Soft Selling dan Hard Selling, Apakah Perbedaannya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#website","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/","name":"Omnichannel Conversational Platform","description":"Artikel bagi Perusahaan untuk memajukan Customer Experience","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559","name":"Qiscus Editorial Team","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","caption":"Qiscus Editorial Team"},"url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/author\/editorialteam\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1550"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1550\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1610,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1550\/revisions\/1610"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}