{"id":3617,"date":"2022-04-11T21:04:35","date_gmt":"2022-04-11T21:04:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/?p=3617"},"modified":"2025-11-21T11:27:40","modified_gmt":"2025-11-21T04:27:40","slug":"profit-margin-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/","title":{"rendered":"Profit Margin : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitungnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Profit margin adalah metrik penting untuk diukur oleh bisnis, karena menunjukkan berapa banyak uang yang dihasilkan bisnis. Penting untuk mengetahui bagaimana menghitung margin keuntungan untuk memastikan bahwa perusahaan Anda menguntungkan dan kompetitif.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui apa pengertian profit margin, manfaatnya, jenisnya dan bagaimana cara menghitungnya .<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#Apa_itu_Profit_Margin\" >Apa itu Profit Margin?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#Apa_Manfaat_Mengetahui_Profit_Margin_pada_Bisnis\" >Apa Manfaat Mengetahui Profit Margin pada Bisnis?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#Bagaimana_Cara_Menghitung_Profit_Margin\" >Bagaimana Cara Menghitung Profit Margin?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#1_Hitung_Penjualan_Bersih\" >1. Hitung Penjualan Bersih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#2_Tentukan_Laba_Bersih\" >2. Tentukan Laba Bersih<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#3_Temukan_Rasio_Margin_Keuntungan\" >3. Temukan Rasio Margin Keuntungan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#Jenis_Profit_Margin\" >Jenis Profit Margin<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#1_Gross_Profit_Margin\" >1. Gross Profit Margin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#2_Operating_Profit_Margin\" >2. Operating Profit Margin<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#3_Net_Profit_Margin\" >3. Net Profit Margin<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Profit_Margin\"><\/span>Apa itu Profit Margin?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/jRJ7uD_Nqlqb8_ewyZUZD1NsY-7NA99Ai_naBlT0uWZB2yZeMejpFctiyMEoxwkvY2PdhLU5ImBc14E8lsX52-_UbIK0y089pHCkf-RUk69BWPtbYr8RZlEGsnbbwUvejF09U3lp\" alt=\"Profit margin adalah\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber : Freepik.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Profit margin mungkin merupakan salah satu rasio keuangan yang paling sederhana dan banyak digunakan dalam keuangan bisnis atau perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Profit margin adalah salah satu rasio profitabilitas yang paling umum digunakan untuk mengukur bagaimana perusahaan atau aktivitas bisnis menghasilkan uang.<\/p>\n\n\n\n<p>Margin keuntungan mewakili persentase<a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/cara-meningkatkan-omset-penjualan-efektif\/\" target=\"_blank\" aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener\"> penjualan<\/a> yang telah diubah menjadi keuntungan. Sederhananya, angka persentase keuntungan menunjukkan berapa sen keuntungan yang dihasilkan bisnis untuk setiap dolar penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika sebuah perusahaan melaporkan bahwa ia telah mencapai margin laba 25% selama kuartal terakhir, itu berarti ia memiliki laba bersih 250 rupiah untuk setiap 1000 rupiah penjualan yang dihasilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa jenis margin keuntungan. Laba atau rugi perusahaan dihitung sebagai tiga tingkat pada laporan laba ruginya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dimulai dengan laba kotor paling dasar dan membangun hingga laba bersih paling komprehensif. Dan di antara keduanya terletak laba operasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga margin keuntungan yang sesuai dihitung dengan membagi angka keuntungan dengan pendapatan dan mengalikannya dengan 100.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, dalam penggunaan sehari-hari, profit margin biasanya mengacu pada margin keuntungan bersih atau net profit margin.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio profit margin sering digunakan oleh investor dan kreditur untuk menentukan kemampuan perusahaan untuk mengubah laba yang diperoleh dari penjualan menjadi laba bersih.<\/p>\n\n\n\n<p>Kreditur tertarik pada angka-angka ini sehingga mereka dapat memastikan perusahaan menghasilkan cukup uang untuk membayar kembali pinjamannya, sementara investor mencari jaminan bahwa ada keuntungan yang cukup untuk dapat membagikan dividen.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, sumber eksternal ini mencari bukti bahwa organisasi dijalankan secara efisien. Dalam kasus di mana margin keuntungan sangat rendah, ini berfungsi sebagai indikasi bahwa perusahaan perlu mengurangi pengeluarannya dengan menerapkan anggaran yang lebih ketat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Manfaat_Mengetahui_Profit_Margin_pada_Bisnis\"><\/span>Apa Manfaat Mengetahui Profit Margin pada Bisnis?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/Xo396b1d6ePVzPxuOo4Gf6DuXU8rr5H15gTL_AY0LNL9XDzLLwXpRpSao-iDUFMzK_Pu4dGC2CLsD5oW-GZXnJe5fBzM2st3LYJB2FW9Ign69a33aAhPbCmf88q_vu1HMQ2lR0p2\" alt=\"Profit margin adalah\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber : Freepik\/pch.vector<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Adapun manfaat mengetahui profit margin adalah :<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Dapat membantu menemukan perubahan biaya yang terjadi<\/li>\n\n\n\n<li>Untuk mendapatkan perspektif realistis tentang kesehatan bisnis anda<\/li>\n\n\n\n<li>Menemukan pengeluaran yang berdampak negatif pada bisnis Anda<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_Cara_Menghitung_Profit_Margin\"><\/span>Bagaimana Cara Menghitung Profit Margin?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun ada tiga cara berbeda untuk menghitung rasio margin keuntungan perusahaan, berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung profit margin dalam bentuk paling sederhana:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Hitung_Penjualan_Bersih\"><\/span>1. Hitung Penjualan Bersih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama, Anda perlu menentukan penjualan bersih perusahaan dengan mengikuti rumus berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>Penjualan bersih = pendapatan \u2013 pengembalian barang, refunds, dan diskon<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tentukan_Laba_Bersih\"><\/span>2. Tentukan Laba Bersih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, Anda menghitung laba bersih dengan menggunakan rumus ini:<\/p>\n\n\n\n<p>Laba bersih = pendapatan \u2013 total pengeluaran<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Temukan_Rasio_Margin_Keuntungan\"><\/span>3. Temukan Rasio Margin Keuntungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Akhirnya, setelah menghitung laba bersih dan penjualan bersih, Anda dapat menemukan rasio margin keuntungan dengan menggunakan perhitungan ini:<\/p>\n\n\n\n<p>Margin keuntungan = (pendapatan bersih \/ penjualan bersih) x 100<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga :<\/strong><a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/biaya-produksi\/\" target=\"_blank\" aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong> Pengertian, Jenis, dan Tips Menekan Biaya Produksi<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Profit_Margin\"><\/span>Jenis Profit Margin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/vi87IZbgQHOuWcI0UHFV8-5XsGAizm1s40KMAR3VELH1aj_eFmiMxxwE8AWMHnlMRSIf3aXbhxiV-idBk8PWeTYXS5qY3THBhIgQitUFic1jb2xOFXzUTF8yB3saHRK0Uo5ubBxB\" alt=\"Profit margin adalah\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">sumber : Freepik\/rawpixel.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Gross_Profit_Margin\"><\/span>1. Gross Profit Margin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Gross profit margin adalah cara paling sederhana dan paling dasar untuk menghitung profitabilitas karena mendefinisikan laba sebagai pendapatan yang tersisa setelah memperhitungkan harga pokok penjualan, sering disebut sebagai HPP atau biaya variabel.<\/p>\n\n\n\n<p>Harga pokok penjualan mengacu pada setiap biaya yang secara langsung berhubungan dengan pembuatan atau produksi suatu produk, seperti upah yang dibayarkan dan bahan baku yang digunakan selama proses.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, angka ini tidak termasuk pajak, hutang, biaya tetap, biaya overhead dan biaya satu kali.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian pula, biaya variabel adalah biaya yang dikeluarkan selama proses dan yang dapat berfluktuasi dengan tingkat produksi atau output.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan yang tidak berpartisipasi dalam produksi atau manufaktur menggunakan biaya pendapatan, atau biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan, bukan biaya variabel atau harga pokok penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghitung margin laba kotor, Anda harus mengikuti tiga langkah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hitung Laba Kotor<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Anda melakukan ini dengan mengikuti persamaan ini:<\/p>\n\n\n\n<p>Laba kotor = pendapatan \u2013 (bahan langsung + tenaga kerja langsung + overhead pabrik)<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menentukan Penjualan Bersih<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Anda menghitung penjualan bersih dengan mengikuti rumus ini:<\/p>\n\n\n\n<p>Penjualan bersih = pendapatan \u2013 biaya tunjangan penjualan, retur dan diskon<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hitung Margin Laba Kotor<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Anda kemudian akan menemukan margin laba kotor dengan mengikuti perhitungan ini:<\/p>\n\n\n\n<p>Margin laba kotor = (laba kotor \/ penjualan bersih) x 100<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Operating_Profit_Margin\"><\/span>2. Operating Profit Margin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Menghitung operating profit margins atau margin laba operasi sedikit lebih rumit daripada margin laba kotor karena memperhitungkan biaya bisnis sehari-hari seperti biaya penjualan, administrasi, operasi, dan overhead.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini juga termasuk penyusutan aset perusahaan tetapi masih tidak termasuk biaya non-operasional seperti hutang dan pajak. Ada dua langkah untuk menghitung margin laba operasi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hitung Harga Pokok Penjualan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Formula untuk ini sama terlepas dari industrinya. Namun, elemen yang terlibat dapat bervariasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Harga pokok penjualan = persediaan awal + pembelian \u2013 persediaan akhir<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tentukan Margin Laba Operasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Anda kemudian dapat menghitung margin laba operasi dengan mengikuti rumus ini:<\/p>\n\n\n\n<p>Margin laba operasi = ((pendapatan + HPP \u2013 biaya administrasi dan penjualan) \/ pendapatan) x 100<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Net_Profit_Margin\"><\/span>3. Net Profit Margin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Rasio profitabilitas yang paling kompleks dan komprehensif adalah Net profit margin atau margin laba bersih.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini menunjukkan total pendapatan yang tersisa setelah semua aliran pendapatan dan pengeluaran telah diperhitungkan, termasuk HPP dan biaya operasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, berbeda dengan dua rasio sebelumnya, rasio margin laba bersih juga memperhitungkan pendapatan dari investasi, pembayaran satu kali, pajak dan utang.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, perhitungan ini memberikan gambaran yang akurat tentang kemampuan keseluruhan perusahaan untuk mengubah pendapatannya menjadi laba.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada dua langkah untuk menentukan margin laba bersih perusahaan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hitung Laba Bersih<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Anda menemukan ini dengan mengikuti rumus ini:<\/p>\n\n\n\n<p>Laba bersih = pendapatan \u2013 (HPP + depresiasi + amortisasi + beban bunga + pajak + beban lainnya)<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tentukan Margin Laba Bersih<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk menghitung margin laba bersih, selesaikan perhitungan ini:<\/p>\n\n\n\n<p>Margin laba bersih = (laba bersih \/ pendapatan) x 100<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga :<\/strong><a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/cara-mudah-menghitung-laba-bersih-dan-kotor-dalam-perusahaan\/\" target=\"_blank\" aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong> Cara Mudah Menghitung Laba Bersih dan Kotor dalam Perusahaan<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menghitung profit margin adalah hal penting untuk mengetahui perubahan kondisi finansial sebuah perusahaan dan menentukan perspektif bisnis ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, seiring dengan penghitungan profit margin, Anda juga harus melakukan persiapan dalam hal pelayanan pelanggan. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi bisnis untuk memiliki teknologi pendukung pelayanan pelanggan. Qiscus hadir sebagai <a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/omnichannel-chat\" rel=\"nofollow\">penyedia omnichannel chat di Indonesia<\/a> yang memiliki banyak fitur terkait pelayanan pelanggan. Temukan semuanya di sini dan coba langsung Qiscus dengan mengikuti <a aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/contact\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kontak Qiscus disini.<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Profit margin adalah metrik penting untuk diukur oleh bisnis, karena menunjukkan berapa banyak uang yang dihasilkan bisnis. Penting&hellip;\n","protected":false},"author":27,"featured_media":3623,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[1461,1459,1458,5],"class_list":{"0":"post-3617","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-insight","8":"tag-jenis-profit-margin","9":"tag-manfaat-mengetahui-profit-margin","10":"tag-net-profit-margin-yang-baik","11":"tag-qiscus"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Profit Margin : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitungnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Profit margin adalah salah satu alat ukur untuk mengetahui perubahan kondisi keuangan perusahaan secara berkala. Dapatkan informasi tentang pengertian profit margin, manfaatnya, dan cara menghitungnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Profit Margin : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitungnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Profit margin adalah salah satu alat ukur untuk mengetahui perubahan kondisi keuangan perusahaan secara berkala. Dapatkan informasi tentang pengertian profit margin, manfaatnya, dan cara menghitungnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Omnichannel Conversational Platform\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Qiscus\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-11T21:04:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-21T04:27:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Profit-margin-adalah.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"740\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"493\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Qiscus Editorial Team\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@qiscus_io\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@qiscus_io\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Qiscus Editorial Team\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Qiscus Editorial Team\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\"},\"headline\":\"Profit Margin : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitungnya\",\"datePublished\":\"2022-04-11T21:04:35+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-21T04:27:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/\"},\"wordCount\":974,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/04\\\/Profit-margin-adalah.png\",\"keywords\":[\"Jenis Profit Margin\",\"Manfaat Mengetahui Profit Margin\",\"net profit margin yang baik\",\"Qiscus\"],\"articleSection\":[\"Insight\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/\",\"name\":\"Profit Margin : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitungnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/04\\\/Profit-margin-adalah.png\",\"datePublished\":\"2022-04-11T21:04:35+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-21T04:27:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\"},\"description\":\"Profit margin adalah salah satu alat ukur untuk mengetahui perubahan kondisi keuangan perusahaan secara berkala. Dapatkan informasi tentang pengertian profit margin, manfaatnya, dan cara menghitungnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/04\\\/Profit-margin-adalah.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/04\\\/Profit-margin-adalah.png\",\"width\":740,\"height\":493,\"caption\":\"Sumber: freepik.com\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/profit-margin-adalah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Insight\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/insight\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Profit Margin : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitungnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Omnichannel Conversational Platform\",\"description\":\"Artikel bagi Perusahaan untuk memajukan Customer Experience\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\",\"name\":\"Qiscus Editorial Team\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Qiscus Editorial Team\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/editorialteam\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Profit Margin : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitungnya","description":"Profit margin adalah salah satu alat ukur untuk mengetahui perubahan kondisi keuangan perusahaan secara berkala. Dapatkan informasi tentang pengertian profit margin, manfaatnya, dan cara menghitungnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Profit Margin : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitungnya","og_description":"Profit margin adalah salah satu alat ukur untuk mengetahui perubahan kondisi keuangan perusahaan secara berkala. Dapatkan informasi tentang pengertian profit margin, manfaatnya, dan cara menghitungnya.","og_url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/","og_site_name":"Omnichannel Conversational Platform","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Qiscus","article_published_time":"2022-04-11T21:04:35+00:00","article_modified_time":"2025-11-21T04:27:40+00:00","og_image":[{"width":740,"height":493,"url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Profit-margin-adalah.png","type":"image\/png"}],"author":"Qiscus Editorial Team","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@qiscus_io","twitter_site":"@qiscus_io","twitter_misc":{"Written by":"Qiscus Editorial Team","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/"},"author":{"name":"Qiscus Editorial Team","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559"},"headline":"Profit Margin : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitungnya","datePublished":"2022-04-11T21:04:35+00:00","dateModified":"2025-11-21T04:27:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/"},"wordCount":974,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Profit-margin-adalah.png","keywords":["Jenis Profit Margin","Manfaat Mengetahui Profit Margin","net profit margin yang baik","Qiscus"],"articleSection":["Insight"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/","name":"Profit Margin : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitungnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Profit-margin-adalah.png","datePublished":"2022-04-11T21:04:35+00:00","dateModified":"2025-11-21T04:27:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559"},"description":"Profit margin adalah salah satu alat ukur untuk mengetahui perubahan kondisi keuangan perusahaan secara berkala. Dapatkan informasi tentang pengertian profit margin, manfaatnya, dan cara menghitungnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Profit-margin-adalah.png","contentUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/04\/Profit-margin-adalah.png","width":740,"height":493,"caption":"Sumber: freepik.com"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/profit-margin-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Insight","item":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/category\/insight\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Profit Margin : Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitungnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#website","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/","name":"Omnichannel Conversational Platform","description":"Artikel bagi Perusahaan untuk memajukan Customer Experience","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559","name":"Qiscus Editorial Team","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","caption":"Qiscus Editorial Team"},"url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/author\/editorialteam\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3617"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3617\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10316,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3617\/revisions\/10316"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}