{"id":4309,"date":"2022-05-23T12:27:35","date_gmt":"2022-05-23T12:27:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/?p=4309"},"modified":"2024-12-10T03:51:34","modified_gmt":"2024-12-10T03:51:34","slug":"psikologi-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/","title":{"rendered":"Pengertian dan Cara Menerapkan Psikologi Marketing agar Penjualan Meningkat"},"content":{"rendered":"\n<p>Marketing merupakan hal yang sangat diperlukan dalam dunia bisnis, karena tanpa adanya marketing, produk ataupun jasa yang Anda jual tidak akan diketahui oleh pelanggan. Jika Anda ingin lebih sukses lagi menjalankannya Anda bisa menerapkan psikologi marketing untuk bisa lebih dekat dengan pelanggan. Karena sebagai pebisnis, tentu Anda ingin penjualan produk semakin laris bukan?<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum berjualan, ada sisi psikologi pelanggan yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu. Mengapa demikian? Karena ketika pelanggan memutuskan untuk membeli suatu produk, mereka butuh pengambilan keputusan yang melibatkan emosi, referensi, dan sebagainya. Jadi disini psikologi marketing memiliki peranan penting dalam kesuksesan bisnis. Lalu apa <em>sih<\/em> pengertian dari psikologi marketing itu sendiri? Psikologi marketing merupakan ilmu marketing yang mempelajari psikologi pelanggan ketika membeli suatu produk. Contohnya adalah dalam mempelajari dari motif emosi hingga kecenderungan psikologis yang menjadi dasar keputusannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami psikologi marketing, Anda dapat membuat strategi pemasaran produk yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian pelanggan. Bisa dari harga, kemudahan, dan hal lain yang berkaitan dengan emosi pelanggan. Hal ini tentunya akan membuat calon pelanggan tidak dapat menolak tawaran produk Anda jika sesuai dengan kecenderungan psikologi yang telah mereka miliki. Itulah salah satu alasan kenapa pemilik bisnis perlu memulai menjalankan psikologi marketing sebagai strategi utama dalam upaya meningkatkan penjualan secara efektif.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga :<\/strong><a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/contoh-strategi-pemasaran\/\" target=\"_blank\" aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong> Contoh Strategi Pemasaran yang Penting Diketahui<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_76 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#Cara_Menerapkan_Psikologi_Marketing_untuk_Meningkatkan_Penjualan\" >Cara Menerapkan Psikologi Marketing untuk Meningkatkan Penjualan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#1_Gunakan_Angka_9_pada_Harga_Produk\" >1. Gunakan Angka 9 pada Harga Produk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#2_Bandingkan_Harga_Awal_dengan_Harga_Diskon\" >2. Bandingkan Harga Awal dengan Harga Diskon<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#3_Beri_Diskon_untuk_Pelanggan_Tertentu\" >3. Beri Diskon untuk Pelanggan Tertentu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#4_Buat_Kesan_Langka_dan_Penting_pada_Produk_Anda\" >4. Buat Kesan Langka dan Penting pada Produk Anda<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#5_Berikan_Kesan_Eksklusif\" >5. Berikan Kesan Eksklusif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#6_Gunakan_Social_Proof\" >6. Gunakan Social Proof<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#Qiscus_Aplikasi_Pendukung_Marketing_Online\" >Qiscus Aplikasi Pendukung Marketing Online<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menerapkan_Psikologi_Marketing_untuk_Meningkatkan_Penjualan\"><\/span>Cara Menerapkan Psikologi Marketing untuk Meningkatkan Penjualan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/t9LF5e0hrofanapeA2AahUKAuVEl81syQxwsic1BZHaDJsI5Bj3MNGFTcjjXGlD_Jlh_k8Nn-4tMBxeCAMWHAianwLefHuUrLoQjyzfstRPmjdz9T4UFy6FqlpDBxLNV40zGEbmRKDfWid6qWQ\" alt=\"Psikologi marketing\" \/><figcaption>Sumber : Freepik\/Drobotdean<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk meningkatkan penjualan tentu Anda harus memiliki cara dalam menerapkan psikologi marketing. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Gunakan_Angka_9_pada_Harga_Produk\"><\/span>1. Gunakan Angka 9 pada Harga Produk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Anda tentunya pernah menjumpai sebuah harga produk yang di pasang dengan harga belakangnya 9, bukan? Seperti Rp 99.999 misalnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebanyakan orang dapat beranggapan produk tersebut tidak sampai Rp100.000. Lalu, pelanggan pun dapat tertarik untuk memutuskan membelinya. Dua harga yang sama bisa jadi terlihat sangat berbeda dan berhasil menarik minat pelanggan. Padahal, selisih sebenarnya hanya sedikit saja. Cara ini cukup efektif dalam meningkatkan penjualan pada berbagai jenis produk. Anda dapat mencobanya dalam iklan marketing Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Bandingkan_Harga_Awal_dengan_Harga_Diskon\"><\/span>2. Bandingkan Harga Awal dengan Harga Diskon<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Diskon tentunya dapat selalu menarik perhatian tersendiri bagi pelanggan. Namun, tawaran diskon dengan membandingkan dengan harga aslinya, tentunya dapat membuat pelanggan semakin tertarik. Alasannya adalah pelanggan bisa melihat besarnya manfaat yang diperoleh karena adanya penurunan harga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Beri_Diskon_untuk_Pelanggan_Tertentu\"><\/span>3. Beri Diskon untuk Pelanggan Tertentu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Diskon dapat meningkatkan penjualan produk. Namun, apakah Anda perlu memberikan diskon ke semua pelanggan? Dalam ilmu marketing online, Anda dapat memberikan diskon hanya pada pelanggan potensial Anda. Tentunya hal ini juga butuh riset dalam mengetahui pelanggan seperti apa yang paling efektif dengan strategi diskon tersebut. Dengan harga yang terjangkau, tentu dapat lebih menarik pelanggan utama agar mereka bisa melakukan pembelian produk yang ditawarkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Buat_Kesan_Langka_dan_Penting_pada_Produk_Anda\"><\/span>4. Buat Kesan Langka dan Penting pada Produk Anda<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Apakah Anda pernah berniat membeli suatu produk dan mendapati stoknya tersisa hanya ada 1 atau 2 buah saja? Lalu tanpa pikir panjang, Anda langsung membelinya karena takut kehabisan. Kesan langka pada produk tersebut adalah salah satu penerapan ilmu psikologi marketing yang dapat Anda gunakan. Selain menonjolkan jumlah stok produk yang terbatas, Anda bisa menggunakan istilah produk tersebut dengan \u201c<em>sangat eksklusif<\/em>\u201d atau \u201c<em>limited edition<\/em>\u201d sehingga pelanggan akan memanfaatkan kesempatan yang ada dalam membeli produk yang anda tawarkan. Secara psikologi, hal ini dapat memunculkan kesan urgensi agar segera membeli produk karena takut kehabisan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Berikan_Kesan_Eksklusif\"><\/span>5. Berikan Kesan Eksklusif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu teknik psikologi marketing yang banyak digunakan saat ini adalah memberikan kesan eksklusif pada produk. Selain memberikan arti bahwa produk tersebut diproduksi secara khusus, cara ini juga memberikan rasa takut kehilangan pada sisi emosional pelanggan. Produk eksklusif berpotensi dalam menarik pelanggan agar mau membeli produk karena stok terbatas. Anda bisa menerapkan teknik ini dengan memberitahu pelanggan jika produk yang ditawarkan hanya diproduksi dalam jumlah tertentu. Berikan jangka waktu pemesanan untuk semakin memancing emosional pelanggan agar segera memesan produk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Gunakan_Social_Proof\"><\/span>6. Gunakan <em>Social Proof<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Memberikan <em>social proof<\/em>  kepada calon pelanggan adalah salah satu teknik marketing yang biasa dilakukan. Banyak orang yang keputusannya dipengaruhi oleh apa yang pertama kali mereka lihat tentang bisnis Anda. <em>Social proof<\/em> merupakan media marketing yang efektif dalam strategi meningkatkan konversi penjualan. Pernahkah Anda memutuskan untuk membeli suatu produk karena setelah membaca review baik dari pelanggan lain? Hal inilah yang dikenal dengan efek dari <em>social proof<\/em>, yaitu fenomena psikologis di mana calon pelanggan mau memutuskan untuk membeli produk karena berdasarkan pengalaman baik dari pelanggan lainnya. Review yang baik dapat membuat pelanggan baru lebih yakin agar mau membeli produk. Oleh karena itu, penggunaan media sosial sangat cocok dalam penerapan teknik <em>social proof <\/em>ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikianlah artikel mengenai psikologi marketing. Diantara berbagai strategi marketing yang ada, psikologi marketing ini merupakan strategi yang tidak boleh Anda lewatkan. Jika dilakukan dengan tepat, Anda bisa mempengaruhi pelanggan saat membeli produk sehingga penjualan Anda dapat meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga :<\/strong><a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/teknik-marketing\/\" target=\"_blank\" aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong> 9 Teknik Marketing Jitu untuk Meningkatkan Penjualan<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Qiscus_Aplikasi_Pendukung_Marketing_Online\"><\/span>Qiscus Aplikasi Pendukung Marketing Online<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/eYRYqlsZ75DkkwuZDugV92k2a6xjTKh9_yMn7Vxfx-AF_YXKdGfDhm8uFfwwgtppv7blWpH15IARmeXlIFaKfn1VJNEOCML8AQOw1hA3F1j-v2J20USmculb7HRMaV-4SYRN-vBDh-AhAXVedw\" alt=\"Psikologi marketing\" \/><figcaption>Sumber : Freepik\/rawpixel<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Qiscus adalah penyedia aplikasi marketing terbaik di Indonesia. Aplikasi Qiscus terintegrasi dengan aplikasi CRM dan chat panelnya akan memudahkan Anda mengumpulkan database secara otomatis melalui pesan yang masuk ke kontak Anda. Dengan begitu, Anda tidak perlu lagi merapihkan atau mengumpulkan database secara manual, semuanya sudah dikerjakan secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<p>Layanan WhastApp Omnichannel Integration dari Qiscus akan membuat Anda: Terintegrasi dengan WhatsApp dan Omnichannel lainnya seperti media sosial, e-commerce dan VOIP call center pada<a aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/customer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> customer<\/a> service. Dengan integrase yang mudah, maka kegiatan marketing perusahaan Anda juga bisa berjalan dengan baik, dan masih banyak kelebihan lainnya dari Qiscus.<a aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Datang dan kunjungi website kami di sini<\/a> untuk informasi lainnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Marketing merupakan hal yang sangat diperlukan dalam dunia bisnis, karena tanpa adanya marketing, produk ataupun jasa yang Anda&hellip;\n","protected":false},"author":27,"featured_media":4310,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[47,51,1692,1695,1693,5,109],"class_list":{"0":"post-4309","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-insight","8":"tag-marketing","9":"tag-meningkatkan-penjualan","10":"tag-psikologi-marketing","11":"tag-psikologi-marketing-untuk-meningkatkan-penjualan","12":"tag-psikologi-pelanggan","13":"tag-qiscus","14":"tag-strategi-pemasaran"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pengertian dan Cara Menerapkan Psikologi Marketing agar Penjualan Meningkat<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Psikologi marketing merupakan ilmu marketing yang mempelajari psikologi pelanggan ketika membeli suatu produk. Menerapkan trik psikologi ini, diharapkan meraih perhatian pelanggan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian dan Cara Menerapkan Psikologi Marketing agar Penjualan Meningkat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Psikologi marketing merupakan ilmu marketing yang mempelajari psikologi pelanggan ketika membeli suatu produk. Menerapkan trik psikologi ini, diharapkan meraih perhatian pelanggan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Omnichannel Conversational Platform\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Qiscus\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-23T12:27:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-10T03:51:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Psikologi-marketing.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"512\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"341\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Qiscus Editorial Team\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@qiscus_io\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@qiscus_io\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Qiscus Editorial Team\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Qiscus Editorial Team\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\"},\"headline\":\"Pengertian dan Cara Menerapkan Psikologi Marketing agar Penjualan Meningkat\",\"datePublished\":\"2022-05-23T12:27:35+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-10T03:51:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/\"},\"wordCount\":889,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/05\\\/Psikologi-marketing.png\",\"keywords\":[\"Marketing\",\"Meningkatkan Penjualan\",\"Psikologi marketing\",\"Psikologi Marketing untuk Meningkatkan Penjualan\",\"psikologi pelanggan\",\"Qiscus\",\"strategi pemasaran\"],\"articleSection\":[\"Insight\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/\",\"name\":\"Pengertian dan Cara Menerapkan Psikologi Marketing agar Penjualan Meningkat\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/05\\\/Psikologi-marketing.png\",\"datePublished\":\"2022-05-23T12:27:35+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-10T03:51:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\"},\"description\":\"Psikologi marketing merupakan ilmu marketing yang mempelajari psikologi pelanggan ketika membeli suatu produk. Menerapkan trik psikologi ini, diharapkan meraih perhatian pelanggan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/05\\\/Psikologi-marketing.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/05\\\/Psikologi-marketing.png\",\"width\":512,\"height\":341,\"caption\":\"Sumber : freepik\\\/Drobotdean\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/psikologi-marketing\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Insight\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/insight\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian dan Cara Menerapkan Psikologi Marketing agar Penjualan Meningkat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Omnichannel Conversational Platform\",\"description\":\"Artikel bagi Perusahaan untuk memajukan Customer Experience\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\",\"name\":\"Qiscus Editorial Team\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Qiscus Editorial Team\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/editorialteam\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian dan Cara Menerapkan Psikologi Marketing agar Penjualan Meningkat","description":"Psikologi marketing merupakan ilmu marketing yang mempelajari psikologi pelanggan ketika membeli suatu produk. Menerapkan trik psikologi ini, diharapkan meraih perhatian pelanggan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian dan Cara Menerapkan Psikologi Marketing agar Penjualan Meningkat","og_description":"Psikologi marketing merupakan ilmu marketing yang mempelajari psikologi pelanggan ketika membeli suatu produk. Menerapkan trik psikologi ini, diharapkan meraih perhatian pelanggan.","og_url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/","og_site_name":"Omnichannel Conversational Platform","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Qiscus","article_published_time":"2022-05-23T12:27:35+00:00","article_modified_time":"2024-12-10T03:51:34+00:00","og_image":[{"width":512,"height":341,"url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Psikologi-marketing.png","type":"image\/png"}],"author":"Qiscus Editorial Team","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@qiscus_io","twitter_site":"@qiscus_io","twitter_misc":{"Written by":"Qiscus Editorial Team","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/"},"author":{"name":"Qiscus Editorial Team","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559"},"headline":"Pengertian dan Cara Menerapkan Psikologi Marketing agar Penjualan Meningkat","datePublished":"2022-05-23T12:27:35+00:00","dateModified":"2024-12-10T03:51:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/"},"wordCount":889,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Psikologi-marketing.png","keywords":["Marketing","Meningkatkan Penjualan","Psikologi marketing","Psikologi Marketing untuk Meningkatkan Penjualan","psikologi pelanggan","Qiscus","strategi pemasaran"],"articleSection":["Insight"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/","name":"Pengertian dan Cara Menerapkan Psikologi Marketing agar Penjualan Meningkat","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Psikologi-marketing.png","datePublished":"2022-05-23T12:27:35+00:00","dateModified":"2024-12-10T03:51:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559"},"description":"Psikologi marketing merupakan ilmu marketing yang mempelajari psikologi pelanggan ketika membeli suatu produk. Menerapkan trik psikologi ini, diharapkan meraih perhatian pelanggan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Psikologi-marketing.png","contentUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Psikologi-marketing.png","width":512,"height":341,"caption":"Sumber : freepik\/Drobotdean"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/psikologi-marketing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Insight","item":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/category\/insight\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian dan Cara Menerapkan Psikologi Marketing agar Penjualan Meningkat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#website","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/","name":"Omnichannel Conversational Platform","description":"Artikel bagi Perusahaan untuk memajukan Customer Experience","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559","name":"Qiscus Editorial Team","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","caption":"Qiscus Editorial Team"},"url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/author\/editorialteam\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4309","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4309"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4309\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4311,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4309\/revisions\/4311"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4310"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4309"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4309"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4309"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}