{"id":4324,"date":"2022-05-24T01:33:44","date_gmt":"2022-05-24T01:33:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/?p=4324"},"modified":"2025-11-21T14:44:58","modified_gmt":"2025-11-21T07:44:58","slug":"willingness-to-pay","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/","title":{"rendered":"6 Faktor dan Cara Menghitung Willingness to Pay Agar Tak Rugi"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernahkah Anda merasa bingung dan gelisah terkait penentuan harga produk? Dilihat dari bahannya, suatu produk bisa bernilai lebih mahal dibanding pengemasannya. Atau bisa juga ada produk yang terlihat mewah namun jika diberi harga fantastis, calon pelanggan justru lari ke kompetitor. Banyak sekali faktor yang harus diperhatikan untuk menentukan harga. Maka dari itu, Anda harus paham dengan konsep Willingness to Pay agar pelanggan mau membeli produk dengan harga tertentu. Kenal lebih jauh mengenai Willingness to Pay (WTP) dan cara menghitungnya berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Willingness to Pay (WTP) merupakan istilah bahasa Inggris yang apabila diartikan menjadi kesediaan untuk membayar. Dalam dunia bisnis, WTP adalah harga dengan angka tertinggi yang ditentukan perusahaan dan pembeli mau atau bersedia membeli dan membayarnya. Setiap pelanggan atau konsumen yang akan membeli suatu produk atau layanan, pasti memperhatikan 2 hal. Pertama, harga produk yang sesuai dengan kemampuan mereka. Kedua, apakah kualitas produk tersebut sesuai dengan harga yang dikeluarkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/perancangan-produk\/\" target=\"_blank\" aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Tips Marketing Jitu [Bagian 2]: Cara Perancangan Produk<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa pelaku bisnis mungkin bingung dalam hal ini karena keinginan meningkatkan keuntungan bisnis yang tinggi. Namun pelaku bisnis atau penjual juga harus mengetahui angka WTP setiap produk agar mereka tidak rugi. Untuk itu, ketahui faktor yang memengaruhi WTP dan cara menghitungnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/n9FpPqe8IPAEGi-r6WYnKaieYYoN8pzB0kRyOF_agb5zljhT21qY59Stt3G4Z_CuJd25oOPA3w17GeiX8q-aFKFiZPFwZZcKryx-0ojH2-SA0LfAZzerz5pv-8JKaTy9pH5Qo9_UduK5oTupyg\" alt=\"Willingness to Pay\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: freepik.com\/gpointstudio<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#Faktor_yang_Memengaruhi_Willingness_to_Pay\" >Faktor yang Memengaruhi Willingness to Pay<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#1_Kualitas_Produk\" >1. Kualitas Produk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#2_Situasi_Ekonomi\" >2. Situasi Ekonomi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#3_Kelangkaan_Produk\" >3. Kelangkaan Produk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#4_Popularitas_Produk\" >4. Popularitas Produk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#5_Karakteristik_Konsumen\" >5. Karakteristik Konsumen<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#6_Keberlanjutan_Produk\" >6. Keberlanjutan Produk<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#Cara_Menghitung_Willingness_to_Pay\" >Cara Menghitung Willingness to Pay<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_yang_Memengaruhi_Willingness_to_Pay\"><\/span>Faktor yang Memengaruhi Willingness to Pay<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kualitas_Produk\"><\/span>1. Kualitas Produk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tentu Anda setuju, semakin baik dan berkualitas suatu produk, maka pelanggan akan semakin bersedia membayar mahal untuk produk tersebut. Hal ini terjadi karena kebanyakan pelanggan tidak mampu membedakan kualitas produk jika bukan dari harganya. Sehingga pelanggan yang awam cenderung melihat harga untuk menentukan kualitas produk. Jika produk Anda memang memiliki kualitas premium, maka jangan ragu untuk mengaitkan WTP dengan biaya produksi yang dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/strategi-penetapan-harga-agar-tak-rugi\/\" target=\"_blank\" aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>7 Strategi Penetapan Harga Produk atau Layanan agar Bisnis Tidak Merugi<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Situasi_Ekonomi\"><\/span>2. Situasi Ekonomi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Situasi dan kondisi ekonomi pada waktu tertentu akan memengaruhi kesediaan pelanggan membayar lebih untuk suatu produk. Anda dapat melihat contoh kasus saat pandemi covid-19 sedang merebak beberapa tahun lalu. Kegiatan ekonomi dalam segala bidang menurun drastis. Semua pembelanjaan fokus pada produk-produk kebutuhan pokok. Harga produk yang sudah diberi diskon pun akan tetap membuat pelanggan berpikir beberapa kali sebelum membelinya. Berbeda lagi dengan ketika situasi ekonomi sudah mulai pulih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kelangkaan_Produk\"><\/span>3. Kelangkaan Produk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain ekonomi, faktor kelangkaan produk juga berperan dalam menentukan WTP. Semakin langka suatu produk, maka semakin tinggi pula WTP yang bisa ditetapkan. Karena pelanggan memiliki kecenderungan berani membayar lebih untuk produk yang terbukti asli dan langka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Popularitas_Produk\"><\/span>4. Popularitas Produk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Semakin populer suatu produk dalam suatu musim, semakin tinggi pula harga yang ditawarkan. Ketika produk sudah melewati musim populernya, pelanggan akan malas membayar lebih mahal. Sebagai contoh, produk fashion baju kotak-kotak ala Pak Jokowi melambung naik harganya pada saat tren baju tersebut sedang naik. Kemudian akan turun dan stabil ketika tren tersebut sudah selesai. Jadi, memperhatikan perkembangan pasar sangat penting bagi pelaku bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Karakteristik_Konsumen\"><\/span>5. Karakteristik Konsumen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika suatu bisnis mengenal baik karakteristik konsumennya, maka banyak sekali manfaat yang didapatkan. Salah satunya adalah dalam menentukan WTP mereka terhadap produk. Bayangkan saja, jika target konsumen yang dituju adalah pasar menengah ke atas tentu akan berbeda harganya dengan produk yang target pasarnya menengah ke bawah. Jadi, usahakan Anda telah menganalisis dan mengklasifikasikan konsumen sebelum menentukan WTP.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Keberlanjutan_Produk\"><\/span>6. Keberlanjutan Produk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Produk yang memiliki manfaat dalam jangka panjang cenderung berani menetapkan WTP yang lebih tinggi. Untuk memahami hal ini, simak kondisi produk berikut. Produk yang menggunakan bahan ramah lingkungan akan cenderung lebih mahal. Namun pelanggan bersedia membayar lebih mahal karena ada nilai keberlanjutan yang baik bagi bumi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/6-c-y9j8u-25Pl8JIePCtQUusgXUHxXKaNSl9cpy3W4Sd-9jVDoBDjYMo0XsrmubGkoxMtagmMPc0JWbERZR6cPG2H21bZBPyOuNrXJQHv8ZPve5DUKtbiVhUfqyy0yWc-JOevSkWzVtFkEVJw\" alt=\"Willingness to Pay\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber: freepik.com<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_Willingness_to_Pay\"><\/span>Cara Menghitung Willingness to Pay<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui faktor-faktor di atas, mari mempelajari cara menghitung WTP untuk produk Anda. Namun sebelumnya, Anda sudah harus memiliki data dan penelitian yang cukup terlebih dahulu. Diantaranya adalah survei pelanggan dan riset kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, Anda memiliki produk baru dengan biaya produksi untuk satu produk adalah Rp. 8.000. Kemudian Anda mengumpulkan 50 konsumen yang berpotensi terhadap produk tersebut. Tanpa memberitahukan harga produksinya, Anda meminta mereka mengisi survei tentang berapa harga yang bersedia mereka bayarkan untuk produk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari jawaban mereka, didapatkan hasil harga tertinggi adalah Rp. 12.000 dan harga terendah adalah Rp. 10.000. Misalnya, 40 responden bersedia membayar Rp. 11.000, maka Anda harus mempertimbangkan suara terbanyak. Kemudian Anda kalikan saja nilai tersebut dan lihat berapa keuntungan yang didapatkan. Tentu hasil penjualan dengan harga Rp. 11.000 dikali 40 akan lebih sedikit daripada Rp. 10.000 dikali 50.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/potongan-harga\/\" target=\"_blank\" aria-label=\"undefined (opens in a new tab)\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Strategi Menggunakan Potongan Harga Guna Tingkatkan Penjualan<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Dapat disimpulkan bahwa harga lebih tinggi tidak selalu mendatangkan keuntungan lebih banyak. Dengan mengetahui angka pasti WTP setiap produk, Anda sudah mencegah pelanggan melirik kompetitor secara tidak langsung. Jadi, tentukan WTP Anda sekarang juga dengan cara-cara di atas. Hal yang juga tidak boleh ketinggalan untuk mempertahankan pelanggan adalah pelayanan pelanggan. Harga produk dan kualitasnya tidak akan sampai kepada pelanggan jika pelayanan yang diberikan tidak maksimal. Tingkatkan pelayanan pelanggan Anda, khususnya dalam percakapan, dengan teknologi dari Qiscus. <a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/omnichannel-chat\" rel=\"nofollow\">Platform Omnichannel Chat<\/a> dari Qiscus akan membantu mengelola percakapan pelanggan Anda lebih efektif dan efisien. Temukan lebih banyak manfaat Qiscus dengan membuka website <a href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/\">qiscus.com<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Pernahkah Anda merasa bingung dan gelisah terkait penentuan harga produk? Dilihat dari bahannya, suatu produk bisa bernilai lebih&hellip;\n","protected":false},"author":27,"featured_media":4327,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[1711,5,1713,1714,820,1710],"class_list":{"0":"post-4324","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-insight","8":"tag-faktor-yang-memengaruhi-willingness-to-pay","9":"tag-qiscus","10":"tag-riset-kompetitor","11":"tag-strategi-menggunakan-potongan-harga","12":"tag-strategi-penetapan-harga","13":"tag-willingness-to-pay"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>6 Faktor dan Cara Menghitung Willingness to Pay Agar Tak Rugi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Anda harus paham dengan konsep Willingness to Pay agar pelanggan mau membeli produk dengan harga tertentu. Kenal lebih jauh mengenai Willingness to Pay (WTP) dan cara menghitungnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"6 Faktor dan Cara Menghitung Willingness to Pay Agar Tak Rugi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Anda harus paham dengan konsep Willingness to Pay agar pelanggan mau membeli produk dengan harga tertentu. Kenal lebih jauh mengenai Willingness to Pay (WTP) dan cara menghitungnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Omnichannel Conversational Platform\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/Qiscus\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-24T01:33:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-21T07:44:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Willingness-to-Pay.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"512\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"342\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Qiscus Editorial Team\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@qiscus_io\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@qiscus_io\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Qiscus Editorial Team\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Qiscus Editorial Team\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\"},\"headline\":\"6 Faktor dan Cara Menghitung Willingness to Pay Agar Tak Rugi\",\"datePublished\":\"2022-05-24T01:33:44+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-21T07:44:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/\"},\"wordCount\":818,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/05\\\/Willingness-to-Pay.jpg\",\"keywords\":[\"Faktor yang Memengaruhi Willingness to Pay\",\"Qiscus\",\"riset kompetitor\",\"strategi menggunakan potongan harga\",\"strategi penetapan harga\",\"Willingness to Pay\"],\"articleSection\":[\"Insight\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/\",\"name\":\"6 Faktor dan Cara Menghitung Willingness to Pay Agar Tak Rugi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/05\\\/Willingness-to-Pay.jpg\",\"datePublished\":\"2022-05-24T01:33:44+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-21T07:44:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\"},\"description\":\"Anda harus paham dengan konsep Willingness to Pay agar pelanggan mau membeli produk dengan harga tertentu. Kenal lebih jauh mengenai Willingness to Pay (WTP) dan cara menghitungnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/05\\\/Willingness-to-Pay.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/sites\\\/2\\\/2022\\\/05\\\/Willingness-to-Pay.jpg\",\"width\":512,\"height\":342,\"caption\":\"Sumber: freepik.com\\\/drobotdean\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/willingness-to-pay\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Insight\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/insight\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"6 Faktor dan Cara Menghitung Willingness to Pay Agar Tak Rugi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"Omnichannel Conversational Platform\",\"description\":\"Artikel bagi Perusahaan untuk memajukan Customer Experience\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559\",\"name\":\"Qiscus Editorial Team\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Qiscus Editorial Team\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.qiscus.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/editorialteam\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"6 Faktor dan Cara Menghitung Willingness to Pay Agar Tak Rugi","description":"Anda harus paham dengan konsep Willingness to Pay agar pelanggan mau membeli produk dengan harga tertentu. Kenal lebih jauh mengenai Willingness to Pay (WTP) dan cara menghitungnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"6 Faktor dan Cara Menghitung Willingness to Pay Agar Tak Rugi","og_description":"Anda harus paham dengan konsep Willingness to Pay agar pelanggan mau membeli produk dengan harga tertentu. Kenal lebih jauh mengenai Willingness to Pay (WTP) dan cara menghitungnya.","og_url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/","og_site_name":"Omnichannel Conversational Platform","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/Qiscus","article_published_time":"2022-05-24T01:33:44+00:00","article_modified_time":"2025-11-21T07:44:58+00:00","og_image":[{"width":512,"height":342,"url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Willingness-to-Pay.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Qiscus Editorial Team","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@qiscus_io","twitter_site":"@qiscus_io","twitter_misc":{"Written by":"Qiscus Editorial Team","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/"},"author":{"name":"Qiscus Editorial Team","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559"},"headline":"6 Faktor dan Cara Menghitung Willingness to Pay Agar Tak Rugi","datePublished":"2022-05-24T01:33:44+00:00","dateModified":"2025-11-21T07:44:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/"},"wordCount":818,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Willingness-to-Pay.jpg","keywords":["Faktor yang Memengaruhi Willingness to Pay","Qiscus","riset kompetitor","strategi menggunakan potongan harga","strategi penetapan harga","Willingness to Pay"],"articleSection":["Insight"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/","name":"6 Faktor dan Cara Menghitung Willingness to Pay Agar Tak Rugi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Willingness-to-Pay.jpg","datePublished":"2022-05-24T01:33:44+00:00","dateModified":"2025-11-21T07:44:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559"},"description":"Anda harus paham dengan konsep Willingness to Pay agar pelanggan mau membeli produk dengan harga tertentu. Kenal lebih jauh mengenai Willingness to Pay (WTP) dan cara menghitungnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Willingness-to-Pay.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2022\/05\/Willingness-to-Pay.jpg","width":512,"height":342,"caption":"Sumber: freepik.com\/drobotdean"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/willingness-to-pay\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Insight","item":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/category\/insight\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"6 Faktor dan Cara Menghitung Willingness to Pay Agar Tak Rugi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#website","url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/","name":"Omnichannel Conversational Platform","description":"Artikel bagi Perusahaan untuk memajukan Customer Experience","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/#\/schema\/person\/12accbe3d8e822d848f46a63682ca559","name":"Qiscus Editorial Team","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/87676cc31747cd29d9c7280ac00444d449dc2f3814b84cf3cfcd89fe40111995?s=96&d=mm&r=g","caption":"Qiscus Editorial Team"},"url":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/blog\/author\/editorialteam\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4324","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/27"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4324"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10340,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4324\/revisions\/10340"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4327"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qiscus.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}