Pengiriman One Time Password (OTP) dengan WhatsApp Business API

WhatsApp Business API

One Time Password (OTP) menjadi salah bentuk autentikasi keamanan yang digunakan di berbagai use case dewasa ini. WhatsApp, sebagai aplikasi pesan singkat favorit di dunia dan Indonesia dapat pula digunakan sebagai media pengiriman OTP, yaitu melalui WhatsApp Business API. Simak berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh WhatsApp Business API dan mengapa bisnis Anda harus menggunakannya sebagai media pengiriman OTP, dalam artikel ini. 

Sebelumnya di artikel ini, kita telah berbicara tentang berbagai bentuk penerapan Template Messages yang dapat diaplikasikan bisnis saat menggunakan WhatsApp Business API. Salah satu yang menjadi bentuk penerapan Template Messages yang sering kita temui adalah Account UpdatesAccount Updates dapat digunakan untuk berbagai use case, dan salah satu tren pengaplikasiannya saat ini adalah pengiriman OTP (One Time Password).

One Time Password

One Time Password merupakan suatu bentuk autentikasi keamanan yang biasa digunakan banyak orang di seluruh dunia. Dari namanya, kita tahu bahwa kata sandi ini bersifat time-synchronization, sehingga kata sandi ini memiliki tenggat waktu penggunaan yang cukup singkat, misalnya 5 menit.

Lain halnya dengan Static PasswordOne Time Password cenderung memiliki tingkat keamanan yang lebih baik. Hal ini mengingat OTP tidak dapat digunakan dalam beberapa sesi — karena sifatnya yang temporary. Sehingga, menggunakan OTP menjadi opsi yang banyak dipilih bisnis, dan disukai pengguna.

Penggunaan OTP sendiri telah diiaplikasikan oleh berbagai industri, khususnya keuangan, seperti perusahaan penerbit kartu kredit dan e-wallet. Fakta tersebut didukung dengan data Mobile Ecosystem Forum yang menyebut bahwa 33% masyarakat di seluruh dunia setidaknya pernah menerima 1 pesan singkat yang memuat OTP dari sebuah perusahaan perbankan. 

Penggunaan One Time Password

Tidak terbatas pada industri keuangan, OTP juga sering digunakan dalam berbagai use cases lainnya. Contohnya, konfirmasi log in maupun perubahan informasi confidential pada e-commerce, pergantian password dan perubahan account information lainnya pada social media, serta web-based services lainnya yang memerlukan multi-factor authorization dari pengguna saat mengaksesnya.

Pengiriman OTP Menggunakan SMS (Short Message Service)

Umumnya, OTP akan dikirimkan ke telepon genggam pengguna melalui fasilitas SMS. OTP menjadi salah satu bentuk penerapan A2P Messaging (Application-to-person Messaging), yakni suatu pesan yang dikirimkan oleh sebuah aplikasi. Untuk dapat menerimanya, pengguna harus memiliki nomor ponsel pribadi yang sudah teregistrasi. 

Walaupun dahulu SMS sering digunakan sebagai media pengiriman OTP, tetapi pengiriman OTP menggunakan SMS seringkali memiliki hambatan. 

Kelemahan Penggunaan SMS

1. Keterlambatan Penerimaan

Pengiriman SMS seringkali mengalami keterlambatan (delay) mengingat mekanisme route SMS yang cukup kompleks, serta traffic SMS yang berpotensi untuk overload. Selain itu, cakupan SMS juga terbatas hanya secara nasional. Hal ini tentunya menyulitkan para pelancong yang harus melakukan roaming di negara yang ia kunjungi sembari menggunakan akses OTP tersebut karena biaya yang dikenakan juga cukup mahal.

Perbedaan jaringan dan provider yang digunakan antara bisnis (sebagai pihak pengirim) dengan penerima tentunya juga sangat berpengaruh pada kecepatan penerimaan SMS OTP.  

2. Locally Conditional Success Rate

Kesuksesan pengiriman SMS sangat dipengaruhi dengan kondisi telepon genggam pengguna. Misalnya, jika telepon genggam sedang dimatikan maupun kehabisan baterai, hal itu akan berpengaruh pada kesuksesan penerimaan OTP tersebut. Tidak hanya itu, faktor lokasi penerima tentunya juga akan mempengaruhi tingkat penerimaan SMS OTP. Hal ini mengingat kondisi geografis dan bangunan sangat memengaruhi jaringan telepon dan SMS.

3. Limitasi Jumlah Karakter

SMS memiliki limitasi jumlah karakter yang hanya terbatas pada 160 karakter. Oleh karenanya, pesan yang dikirimkan harus concise, jelas, dan padat. Jika tidak, tentunya bisnis tidak dapat mengirimkannya.

Bagaimana Solusi yang Diberikan WhatsApp Business API?

Untuk mengatasi masalah tersebut, bisnis dapat memanfaatkan WhatsApp Business API, khususnya dengan menggunakan Template Messages. Mengapa harus WhatsApp Business API? Berikut alasannya:

1. Peningkatan Delivery Rate 

WhatsApp dapat memberikan real-time notifications kepada penggunanya, tanpa dihambat oleh faktor-faktor eksternal lainnya maupun kendala devices seperti halnya yang dihadapi SMS. Coverage WhatsApp yang bersifat global akan mempermudah konsumen dalam menerima OTP tanpa adanya delay dan biaya tambahan, seperti roaming fee. Alhasil, pengiriman OTP oleh bisnis ke konsumen melalui WhatsApp Business API akan memberikan delivery rate yang lebih tinggi.  

2. Peningkatan One-Time Password Success Rate

Delay rate yang dapat ditekan menggunakan WhatsApp Business API membuat kode OTP dapat diterima lebih cepat oleh pengguna. Alhasil, pengguna tidak perlu kembali membuat request pengiriman OTP berulang kali seperti halnya dalam SMS. Hal ini mengingat penggunaan WhatsApp tidak hanya bergantung pada jaringan seluler seperti halnya SMS, tetapi juga WiFi sehingga perusahaan pun tidak perlu lagi kesulitan melibatkan berbagai carriers hanya untuk melakukan pengiriman OTP dan menghadapi berbagai permasalahan lainnya seperti regulasi wilayah yang berbeda. WhatsApp Business API terbukti mencatatkan kenaikanOne-Time Password Success Rate perusahaan. 

3. Kredibilitas yang Lebih Baik 

Saat mendaftarkan akun WhatsApp Business API, bisnis akan memperoleh green tick dan MaskingAccount dari WhatsApp. Profil bisnis yang ada pada akun tersebut adalah profil yang telah terverifikasi dan resmi, sehingga meningkatkan kredibilitas bisnis. Hasilnya, konsumen pun akan merasa lebih secured saat menerima OTP tersebut ketimbang dari SMS biasa.

WhatsApp juga dilengkapi dengan end-to-end encryption. Artinya, hanya bisnis (sebagai pihak pengirim) dan sang penerima yang dapat membaca pesan tersebut, bahkan pihak WhatsApp sendiri tidak dapat mengaksesnya. 

4. Trackable

Bisnis dapat mengetahui status ketersampaian pengiriman OTP kepada penerima, apakah telah dibaca maupun belum. Selain itu, jika terdapat permasalahan pada sisi konsumen, mereka dapat menindaklanjutinya secara cepat dengan membalas pesan teks OTP tersebut dalam chatroom WhatsApp tersebut secara gratis dan hanya perlu menunggu agentuntuk meresponnya. 

5. Konten yang Fleksibel

WhatsApp Business API memungkinkan bisnis untuk dapat mengkustomisasi Template Messages-nya, tak terkecuali Account Updates dengan jumlah karakter yang lebih besar ketimbang SMS, yaitu mencapai 1024 karakter dalam setiap pesannya.  

Gunakan WhatsApp Business API untuk Pengiriman OTP, Sekarang!

Penjabaran di atas merupakan gambaran mengapa WhatsApp Business API lebih praktis digunakan untuk kebutuhan pengiriman OTP. Kita juga dapat melihat bagaimana WhatsApp Business API dapat menjawab berbagai permasalahan yang kerap dihadapi oleh SMS secara efektif, khususnya dalam pengiriman OTP. 

Jika bisnis Anda ingin mencoba mengirimkan OTP menggunakan WhatsApp Business API, ataupun memiliki use case lainnya yang dapat diaplikasikan menggunakan Template Messages, Qiscus akan siap membantu bisnis Anda dalam menemukan solusi yang tepat. Segera hubungi kami di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like