Pengertian dan Cara Menghitung Break-Even Point (BEP)

cara menghitung BEP
Sumber : freepik.com

Sebagai pebisnis, tujuan utama Anda berbisnis tentunya untuk menghasilkan keuntungan. Namun, jika Anda baru mulai berbisnis, mungkin perlu beberapa waktu sebelum akhirnya Anda bisa mendapatkan keuntungan. Sebelum Anda bisa menghasilkan keuntungan, Anda mungkin akan berada di fase BEP untuk sementara waktu. BEP merupakan ukuran penting dalam bisnis dalam membantu Anda untuk mencapai keuntungan bisnis. Itulah kenapa Anda harus mengetahui cara menghitung BEP yang tepat.

Break-Even Point atau BEP adalah titik dimana pendapatan usaha sama dengan modal yang dikeluarkan, tidak ada kerugian ataupun keuntungan. Ketika perusahaan Anda mencapai BEP, maka total penjualan Anda sama dengan total pengeluaran. Bisnis Anda tidak mendapatkan keuntungan, tetapi juga tidak mengalami kerugian. Itu berarti Anda menghasilkan jumlah uang yang sama dengan yang Anda butuhkan untuk menutupi semua pengeluaran dalam menjalankan bisnis Anda.

Jika bisnis Anda berhasil mencapai BEP untuk pertama kali, hal itu merupakan perubahan positif bagi bisnis Anda karena pada akhirnya Anda menghasilkan cukup uang untuk menutupi biaya operasional. Menghitung BEP dapat membantu Anda menentukan biaya tetap dan biaya variabel sehingga Anda bisa menetapkan harga dengan tepat dan memperkirakan kapan bisnis Anda akan menghasilkan keuntungan.

Elemen Penting dalam Menghitung BEP

Untuk memahami cara menghitung BEP, Anda harus mengetahui rumus BEP. Penting untuk dipahami bahwa ada 3 elemen penting dalam menentukan BEP yaitu biaya tetap, biaya variabel dan harga jual.

  • Biaya tetap adalah biaya tetap, terlepas dari berapa banyak penjualan yang Anda lakukan. Elemen ini juga tidak tergantung pada jumlah barang atau jasa yang dihasilkan oleh bisnis seperti biasa sewa atau gaji yang dibayarkan perbulan.
  • Biaya variabel berubah berdasarkan aktivitas penjualan Anda. Hal ini berhubungan dengan volume dan dibayarkan per kuantitas atau unit yang diproduksi. Contoh biaya variabel termasuk material dan tenaga kerja.
  • Harga jual merupakan harga jual per unit barang atau jasa yang telah diproduksi.

Cara Menghitung BEP

Sumber : freepik.com

Rumus BEP bisa menggunakan dua metode yaitu BEP unit dan BEP nominal (rupiah):

Rumus BEP (unit) = total biaya tetap : (harga jual produk per unit – biaya variabel per unit produk)

BEP adalah total biaya tetap dibagi dengan selisih antara harga per unit dan biaya variable per unit. Ingatlah bahwa biaya tetap adalah biaya keseluruhan, dan harga jual serta biaya variabel hanya per unit.

Rumus BEP nilai penjualan = total biaya tetap : (1 – biaya variabel setiap unit produk : harga jual per unit)

Anda bisa menggunakan rumus tersebut untuk melakukan analisis BEP. Analisis BEP dapat membantu untuk melihat dimana Anda perlu melakukan penyesuaian harga atau pengeluaran.

Contoh kasus:

Sebuah perusahaan mainan ingin menemukan BEP unit. Total biaya tetap adalah Rp130.000.000 dengan biaya variabel per unit Rp60.000 dan harga jual per unit Rp80.000. Berapa barang yang harus dihasilkan untuk mendapat BEP unit?

BEP unit

= Rp130.000.000 : (Rp80.000 – Rp60.000)

= Rp130.000.000 : Rp20.000

= 6.500

Lalu, perhitungan untuk BEP nilai penjualan caranya adalah,

BEP nilai penjualan

= Rp130.000.000 : (1 – Rp60.000 : Rp80.000)

= Rp130.000.000 : 0.25

= Rp520.000.000

Jadi perusahaan mainan tersebut dapat menyentuh BEP dengan memproduksi 6.500 unit mainan dan menghasilkan penjualan sebesar Rp520.000.000

Keuntungan Menghitung BEP

Output dari BEP akan menginformasikan bisnis tentang jumlah produk yang perlu mereka jual untuk mencapai BEP. Informasi ini dapat ditampilkan pada grafik BEP. Analisis BEP adalah alat yang sangat berguna untuk bisnis dan memiliki beberapa keuntungan signifikan seperti:

  • Menunjukkan berapa banyak produk yang mereka butuhkan untuk menjual dan memastikan keuntungan
  • Memperlihatkan apakah suatu produk layak untuk dijual atau produk yang terlalu berisiko
  • Menunjukkan jumlah pendapatan yang akan dihasilkan bisnis pada setiap tingkat output
  • Menunjukkan apakah biaya perlu dikurangi untuk menurunkan BEP
  • Dapat digunakan untuk menarik minat investor atau bank dalam pembiayaan bisnis
  • Cepat dan mudah untuk dianalisis

Setelah Anda menghitung BEP, Anda mungkin akan menemukan bahwa Anda harus menjual lebih banyak produk daripada yang direncanakan untuk mencapai BEP. Pada titik ini, Anda perlu memikirkan secara realistis apakah Anda perlu menaikkan harga atau memotong anggaran. Anda juga harus mempertimbangkan apakah produk Anda akan sukses di pasar. Analisis BEP mungkin membantu menemukan jumlah produk yang perlu Anda jual, tetapi tidak ada jaminan bahwa produk tersebut akan terjual.

Selain mengetahui cara menghitung BEP, sebaiknya Anda harus melakukan analisis keuangan sebelum memulai bisnis sehingga Anda memiliki gambaran yang baik tentang risiko kedepannya. Bisnis yang Anda lakukan harus dianalisis untuk menentukan apakah potensi keuntungan sebanding dengan biaya awal bisnis. Qiscus hadir untuk membantu bisnis Anda memahami apa yang diinginkan pelanggan dan menyediakan solusi yang paling tepat. Jika Anda membutuhkan solusi untuk menyampaikan harapan pelanggan Anda melalui percakapan, datang dan katakan kepada kami di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like