5 Ciri Anda Melakukan Persaingan Bisnis Tidak Sehat dengan Kompetitor

persaingan bisnis
Sumber : freepik.com/jcomp

Persaingan dalam dunia bisnis merupakan hal yang pasti terjadi dan tidak bisa dihindari. Tidak peduli seberapa istimewa produk atau jasa yang Anda tawarkan, akan selalu ada perusahaan lain yang berada di industri serupa. Persaingan bisnis memainkan peran penting dalam perekonomian bisnis. Maka dari itu, memahami persaingan bisnis dapat membantu bisnis Anda dalam meningkatkan strategi terbaik dan memaksimalkan kesuksesan kedepannya.

Persaingan bisnis mengacu pada persaingan antara perusahaan yang menyediakan produk atau layanan serupa atau perusahaan yang menargetkan konsumen yang sama. Tujuannya yaitu untuk mengubah dan mempertahankan pelanggan, meningkatkan pendapatan, dan mendapatkan lebih banyak pangsa pasar. Jumlah persaingan bisnis yang tinggi bisa menjadi tanda pasar yang sehat dan menguntungkan. Hal tersebut sering kali dapat meningkatkan kualitas produk dan layanan secara keseluruhan dan membuat perusahaan semakin maksimal dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dan mengembangkan hubungan dengan pelanggannya.

Sebaliknya, persaingan bisnis yang tidak sehat mengacu pada beberapa jenis kesalahan yang disengaja dan menyebabkan kerugian ekonomi pada bisnis lain atau kompetitor. Persaingan bisnis yang tidak sehat menggunakan praktik bisnis illegal, penipuan, atau tidak etis yang merugikan kompetitor demi mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar. Jika hal itu terjadi segeralah mengambil tindakan untuk melindungi bisnis Anda dari kerugian atau bahkan kegagalan.

Untuk menghindari persaingan bisnis yang tidak sehat dengan kompetitor, kami akan memberikan beberapa tanda yang mungkin saja sedang terjadi pada bisnis Anda saat ini.

Sumber : freepik.com

1.  Pelanggaran merek dan rahasia dagang

Pelanggaran hak cipta ini terjadi jika Anda menggunakan properti merek dagang orang lain tanpa izin sehingga menyebabkan kebingungan atau bahkan penipuan. Rahasia dagang mencakup hal-hal seperti metode penjualan, metode distribusi, metode pemasaran, metode penelitian, profil konsumen, daftar klien, daftar pemasok, software perusahaan dan proses manufaktur yang merupakan bagian dari standar persaingan antar perusahaan. Beberapa perusahaan memiliki rahasia dagang, dan ada juga perusahaan yang tidak memilikinya. Jika rahasia dagang itu dicuri, disalah gunakan, atau bahkan diungkapkan kepada publik maka bisnis tersebut akan kehilangan keunggulan kompetitif dan yang parah dapat merusak bisnis. Hal ini akan membuat bisnis tidak dapat mempertahankan pelanggannya dan bisa mengakibatkan kerugian yang besar.

2.  Representasi palsu tentang produk atau layanan

Ketika perusahaan Anda meluncurkan produk atau layanan baru ke pasar, perusahaan mungkin akan berusaha mempromosikannya dengan berbagai cara. Bahkan, pikiran untuk melakukan praktik persaingan tidak sehat akan muncul. Salah satunya dengan membuat representasi palsu tentang produk dan layanan yang ditawarkan atau memberikan deskripsi yang berlebihan. Hal ini dapat membuat konsumen merasa dicurangi dengan klaim yang tidak sesuai. Representasi palsu atau illegal ini dapat membuat perusahaan menghadapi konsekuensi berat jika pelanggan atau kompetitor memiliki cukup bukti untuk mendukung klaim tersebut.

3.  Iklan yang menipu

Iklan palsu mencakup representasi yang salah dari produk, layanan, atau harga. Periklanan yang menipu dapat dilakukan dengan banyak cara seperti melalui metode bait and switch. Caranya adalah dengan mengiklankan produk dengan harga yang rendah untuk memancing konsumen, dan kemudian menggantinya dengan produk dan harga yang lebih tinggi. Skema ini akan dianggap ilegal jika perusahaan menolak untuk menunjukkan barang yang diiklankan. Atau bahkan tidak memiliki barang dengan harga yang sesuai dengan yang diiklankan. Contoh lain dari iklan yang menipu termasuk penetapan harga yang tidak sesuai, endorsement palsu, dan garansi yang tidak sesuai.

4.  Harga jual yang terlalu rendah

Perusahaan yang menetapkan harga produk atau layanan yang jauh lebih rendah di pasaran dengan sengaja menjadi salah satu tanda persaingan bisnis yang tidak sehat. Cara ini mungkin dapat meningkatkan pangsa pasar, namun berimbas dengan ruginya perusahaan. Situasi ini sering kali bersifat sementara dan dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan bisnis dari pesaing yang tidak mampu atau tidak mau bersaing di pasar.

5.  Membuat rumor palsu tentang kompetitor

Salah satu tanda jika Anda melakukan persaingan bisnis tidak sehat yaitu dengan membuat rumor palsu dan buruk tentang kompetitor. Praktik ini dilakukan oleh perusahan dengan memfitnah kompetitor baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini dilakukan untuk menjatuhkan pesaing dan membuat perusahaan tersebut terlihat lebih unggul. Jika rumor yang disebarkan sampai membuat kerugian besar pada suatu perusahaan, bersiaplah untuk dimintai pertanggungjawaban hingga ke meja hijau.

Setelah Anda mengetahui lima tanda persaingan tidak sehat dengan kompetitor, Anda dapat mulai melindungi bisnis Anda dan melawan praktik penjualan yang tidak sehat. Namun, jika Anda sedang melakukan salah satu praktik penjualan diatas ada baiknya untuk segera menghentikannya. Kemudian mulailah persaingan bisnis dengan cara yang lebih baik. Persaingan bisnis yang sehat dapat memberikan manfaat seperti mengatasi kebutuhan pelanggan dengan lebih efektif, membantu menganalisis kekuatan dan kelemahan perusahaan, mendorong inovasi, dan membantu mendapatkan keunggulan kompetitif.  Tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut? Hubungi kami untuk membangun customer experience yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like