Cara Kerja Canvasser serta Kelebihan dan Kekurangannya dalam Bisnis

Canvasser adalah
Sumber: freepik.com

Jika menarik perhatian calon pelanggan adalah salah satu tugas dari tim pemasaran, maka meyakinkan mereka adalah tugas canvasser. Dalam dunia bisnis, Anda mungkin pernah mendengar istilah canvassing, yaitu upaya untuk meningkatkan penjualan. Canvasser adalah orang yang bertugas melakukan canvassing. Mari kita bahas lebih detail mengenai cara kerja canvasser. Begitu juga dengan kelebihan dan kekurangannya bagi bisnis yang menerapkan strategi ini.

Canvasser adalah orang atau tim yang bertugas untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan dan meyakinkan mereka untuk melakukan pembelian. Istilah lain yang sering digunakan adalah sales canvasser karena tugasnya yang berkaitan dengan peningkatan penjualan produk atau layanan. Banyak pebisnis yang merasa cara ini kuno dan kurang efektif. Namun canvasser tetap memiliki kelebihan yang bermanfaat jika dilakukan dengan benar.

Baca Juga: 6 Tujuan Penting Sales Promotion dan Contoh Penerapannya

Cara Kerja Canvasser

Interaksi yang dilakukan oleh canvasser dan pelanggan dapat berupa pertemuan langsung maupun melalui media online, seperti telepon, pesan singkat, dan email. Pelaksanaannya pun tidak diperlukan adanya kesepakatan jadwal antara kedua belah pihak.

Secara umum, cara kerja canvasser adalah melakukan penjualan pada pelanggan dengan metode “pintu ke pintu”. Sehingga tidak hanya menjalankan fungsi pemasaran, peran ini juga akan menjalankan fungsi distribusi produk.

Untuk “pintu” yang dituju biasanya memiliki skala yang berbeda. Beberapa perusahaan menyasar para sales atau yang lebih besar dan yang lainnya memilih untuk menyasar pelanggan langsung yang berpotensi melakukan pembelian dalam jumlah banyak.

Canvasser adalah
Sumber: freepik.com

Kelebihan dan Kekurangan Canvasser

– Kelebihan

1. Memiliki Fungsi Ganda

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, canvasser memegang fungsi dan peran ganda bagi perusahaan. Sehingga dapat dikatakan bahwa perusahaan mampu “mendayung sekali, dua hingga tiga pulau terlampaui”. Fungsi ganda inilah yang membuat canvasser dicari oleh beberapa jenis perusahaan, terutama perusahaan yang membutuhkan peningkatan penjualan.

2. Mendapat Umpan Balik Pasar secara Langsung

Karena canvasser datang langsung kepada pelanggan, umpan balik yang mereka berikan juga akan didapatkan secara langsung. Canvasser akan menerima langsung kritik, saran, dan penilaian atau testimoni dari pelanggan. Dengan begitu, perusahaan akan mendapat informasi monitoring dan evaluasi yang lebih akurat.

3. Mempercepat Konversi

Konversi atau aksi pembelian/pembelanjaan setelah mendapatkan informasi seputar produk adalah tujuan utama perusahaan manapun. Dengan didatangi langsung, proses pembelian ini tidak perlu melalui proses administrasi yang terlalu panjang.

4. Menjemput Pelanggan Potensial

Salah satu ciri perusahaan yang menggunakan metode penjualan ini adalah memiliki target pelanggan yang cukup spesifik. Informasi pelanggan potensial inilah yang akan membuka kemungkinan lebih lebar adanya penjualan produk yang tinggi.

Canvasser adalah
Sumber: freepik.com

– Kekurangan

1. Membutuhkan Banyak Biaya dan Tenaga

Metode penjualan ini membutuhkan biaya operasional dan tenaga canvasser yang jauh lebih tinggi. Baik dilakukan secara online maupun offline dengan datang langsung ke rumah pelanggan. Bayangkan saja, jika dalam sehari canvasser harus mendatangi sekian banyak rumah yang berpotensi. Tidak hanya biaya perjalanan, tenaga yang dikeluarkan juga lebih banyak. Hal ini juga berlaku bagi canvasser dengan sistem online, misal melalui telepon dan email.

2. Menurunkan Pengalaman Pelanggan

Beberapa jenis pelanggan yang didatangi tanpa agenda sebelumnya cenderung tidak menyukai metode ini. Selain membuat waktu mereka tersita, hal ini juga meningkatkan kemungkinan adanya kejenuhan pelanggan. Dampak panjangnya pengalaman pelanggan (customer experience) menurun, begitu juga dengan penjualannya.

3. Adanya Kemungkinan Gagal dan Human Error

Dari sekian banyak pelanggan yang canvasser kunjungi, adanya kemungkinan pelanggan tidak melakukan pembelian masih ada. Bisa karena pelanggan sedang tidak membutuhkan, atau alasan lainnya. Jadi, keberhasilan pelanggan membeli produk atau jasa tidak bisa dipastikan. Selain itu, risiko adanya kerusakan produk dalam perjalanan juga menambah daftar kekurangan metode ini. Dalam hal penawaran layanan, human error seperti kesalahan menyampaikan detail layanan juga sangat mungkin terjadi.

4. Kurang Efektif dan Efisien

Dari beberapa kekurangan di atas, kesimpulan yang dapat diambil adalah metode penjualan ini masih belum efektif dan efisien. Meskipun bagi sebagian perusahaan canvasser sangat penting, perusahaan yang tidak memerlukannya juga banyak. Apalagi jika dilihat dari segi biaya yang keluar dan hasil yang diperoleh. Meskipun begitu, perusahaan yang akan menerapkannya harus memiliki perencanaan dan strategi pendekatan yang matang agar prosesnya efektif dan efisien.

Dengan mengetahui bagaimana canvassing dilakukan oleh canvasser, bisnis akan memiliki strategi pemasaran yang lebih variatif. Sayangnya, hal ini sudah mulai jarang dilakukan oleh perusahaan, khususnya perusahaan dengan konsep penjualan. Proses canvassing telah berevolusi dengan adanya kecanggihan teknologi dengan sistem yang serupa. Apapun media pemasaran dan penjualan yang digunakan, pelayanan pelanggan harus menjadi prinsip utama dalam hal ini.

Baca Juga: 9 Teknik Marketing Jitu untuk Meningkatkan Penjualan

Bicara soal pelayanan, Qiscus hadir untuk membantu Anda mengelola pelayanan pelanggan khususnya dalam percakapan online. Dengan fitur yang dimilikinya, Qiscus mampu membantu bisnis menjawab ratusan pesan yang masuk dalam 1 dashboard. Artinya, Anda tidak perlu membuka lebih banyak aplikasi bergantian. Kemudahan melakukan percakapan ini akan meningkatkan kualitas interaksi Anda dengan pelanggan. Hubungi kami untuk info lebih lanjut dengan mengikuti tautan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like