KPI dan 6 Kesalahan Umum Perusahaan saat Menentukannya

apa itu KPI
Sumber : freepik.com/Waewkidja

Setiap bisnis memiliki KPI yang berguna untuk melacak tingkat kemajuan bisnisnya. Perusahaan menggunakan KPI di berbagai tingkatan untuk mengevaluasi keberhasilan mereka dalam mencapai target. Pebisnis harus menyadari bahwa KPI memainkan peran penting dalam bisnis apapun. Sudah banyak bisnis yang menggunakan KPI untuk membantu bisnis dalam memvisualisasikan, meninjau, dan menganalisis metrik kinerja dari setiap divisi perusahaan. Sayangnya, tidak sedikit perusahaan yang masih mengalami kesalahan dalam menggunakan konsep manajemen ini. Namun sebenarnya, apa itu KPI dan bagaimana cara menentukannya? Simak uraiannya berikut ini.

Key Indicator Performance mengacu pada serangkaian pengukuran atau metrik yang digunakan untuk mengukur tingkat kinerja perusahaan secara keseluruhan dalam jangka panjang. Key Performance Indicator (KPI) adalah jenis pengukuran kinerja yang dapat menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam mencapai tujuan utama bisnis. Pengukuran ini menjadi cara penting untuk memastikan bahwa setiap orang dalam perusahaan berada pada tujuan bisnis yang selaras. KPI akan memberikan target kerja pada setiap divisi/karyawan, pencapaian yang berguna untuk mengukur tingkat kemajuan perusahaan, serta wawasan berharga yang membantu karyawan di seluruh perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih baik.

KPI digunakan di berbagai divisi perusahaan mulai dari IT, HR, finance, marketing, hingga sales untuk memperkirakan seberapa efektif perusahaan dalam mencapai target yang ditentukan. Kesalahan perusahaan dalam menentukan KPI akan membuat perusahaan kehilangan banyak waktu berharga. Sedangkan perusahaan yang berhasil menentukan KPI dengan tepat dapat membantu mereka bergerak dan berkembang dengan lebih cepat. Mari kita lihat beberapa kesalahan umum yang dilakukan perusahaan ketika menentukan KPI.

Sumber : freepik.com/luis_molinero

1. KPI yang tidak didefinisikan dengan jelas

Seperti yang disebutkan di atas, KPI sangat penting bagi bisnis karena proses ini membantu perusahaan dalam memperkirakan seberapa sukses perusahaan dalam mencapai tujuannya. Jika KPI tidak spesifik atau didefinisikan terlalu umum dan tidak dapat diukur, maka perusahaan akan kehilangan nilainya. Supaya efektif, cobalah merumuskan KPI dengan dengan tepat menggunakan kriteria SMART. Itu berarti KPI yang Anda tentukan harus spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan dibatasi waktu. Misalnya, “Tingkatkan laba sebesar 40% dalam dua bulan kedepan”. Pikirkan tentang KPI mana yang akan dipertimbangkan sebagai indikator keberhasilan.

2. KPI yang terlalu banyak

Kesalahan lain yang dilakukan perusahaan yaitu memasukkan terlalu banyak KPI dalam tujuan strategisnya. Banyaknya indikator akan membuat perusahaan mengukur segala semuanya dengan anggapan bahwa banyak informasi maka akan semakin baik. Melacak KPI yang tidak relevan dengan tujuan utama tidak akan menambah nilai apapun dan membuat kinerja perusahaan menjadi lambat dan akhirnya hanya membuang-buang waktu saja. Untuk menghindari masalah ini, sangat penting untuk menentukan tidak lebih dari 3 hingga 5 KPI per tujuan strategis.

3. Tidak ada penanggung jawab

Penting untuk menentukan seseorang atau tim yang akan bertanggung jawab untuk mencapai setiap KPI. Adanya penanggung jawab akan membuat proses pelacakan KPI menjadi lebih mudah. Jika perusahaan mengabaikan hal ini, maka berisiko mendapatkan hasil dengan kualitas yang buruk. Pastikan Anda menentukan penanggung jawab KPI yang akan bertanggung jawab untuk mencapai target yang telah ditentukan dan melacak KPI.

4. Terlalu fokus pada proses

Sering kali perusahaan melupakan tujuan utama dari KPI dengan terlalu fokus pada proses daripada hasilnya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, KPI merupakan metrik yang menunjukkan seberapa sukses perusahaan dalam mencapai tujuan strategis. Oleh karena itu, perusahaan juga memberikan fokus lebih pada hasil yang diinginkan. Misi dari KPI yaitu untuk membuat perusahaan tetap termotivasi dan fokus dalam mencapai tujuan strategis yang ditentukan. Semakin spesifik bisnis menentukan tujuan serta KPI, makan semakin efektif karyawan bekerja dalam mencapainya.

5. KPI dan tujuan strategis yang tidak relevan

Kesalahan umum lainnya yang cenderung dilakukan perusahaan dalam menentukan KPI yaitu mendefinisikan KPI yang tidak relevan dengan tujuan strategis. Dalam hal ini, KPI akan kehilangan nilainya dan bisa dianggap tidak relevan. Untuk tetap efektif, pastikan bisnis memiliki hubungan yang kuat antara tujuan strategis dan KPI. Memastikan keselarasan ini akan meningkatkan peluang sukses yang jauh lebih besar.

6. KPI yang sama dengan perusahan lain

Bagi bisnis dalam industri yang sama mungkin akan berpikir untuk memiliki KPI yang serupa. Tetapi Anda perlu memperhatikan dengan jeli dalam menentukan KPI yang disesuaikan dengan tujuan strategis yang relevan dengan bisnis Anda. Cara ini juga akan mengurangi risiko untuk tidak memasukkan KPI yang dirasa tidak penting bagi bisnis Anda. KPI inilah yang akan menjadi indikator keberhasilan ‘unik’ dari perusahaan Anda dan menjadi pembeda antara bisnis Anda dengan yang lainnya.

Kini, dengan penjelasan di atas tidak akan ada lagi pertanyaan “apa itu KPI?”. Dengan mengetahui pengertian dan menghindari 6 kesalahan umum di atas dalam menentukan KPI, akan membuat perusahaan berkembang dengan lebih cepat. KPI yang dirancang dengan baik akan memberikan indikasi yang jelas tentang tingkat kinerja dan membantu bisnis lebih dekat dalam mencapai tujuan strategisnya. Tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut? Hubungi kami untuk membangun customer experience yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like