Apa yang Akan Kamu Pelajari

✅ Bagaimana Brawijaya Hospital mengubah WhatsApp menjadi channel konversi 5x ROAS untuk Google dan Meta Ads, naik dari 3x sebelum transisi.
✅ Bagaimana contact center 24/7 menangani 100+ lead WhatsApp per hari dengan kualitas respons yang konsisten, coverage penuh di jam-jam intent tertinggi, dan tanpa ada lead yang hilang di tengah jalan.
✅ Bagaimana integrasi website Brawijaya Hospital dengan Qiscus mencapai tingkat konversi traffic-to-WhatsApp 45%.
✅ Bagaimana model 3 divisi, Digital Marketing + Contact Center + CRM, membangun pelacakan konversi end-to-end dari klik iklan hingga revenue treatment.
Mengenal Brawijaya Hospital
Brawijaya Hospital adalah salah satu rumah sakit swasta paling agresif secara digital di Indonesia, dengan model akuisisi pasien yang dibangun di atas Google Ads dan Meta Ads. Tesis itu hanya bekerja jika WhatsApp benar-benar mampu menanggung bebannya. WhatsApp Business standar tidak bisa. Brawijaya Hospital membutuhkan sistem yang mampu menyerap ratusan inquiry harian di berbagai unit, merutekan secara cerdas, dan mengkonversinya menjadi appointment dalam kecepatan yang dituntut oleh paid traffic.
Tantangan yang Dihadapi Brawijaya Hospital
Sebelum Qiscus, mesin akuisisi digital Brawijaya Hospital memiliki bottleneck yang jelas: iklan berjalan baik, tapi lapisan konversi di bawahnya tidak bisa skalabel.
WhatsApp Business Tidak Sanggup Menampung Volume Paid Traffic.
Menjalankan Google dan Meta Ads mendorong volume pesan jauh melampaui kapasitas WhatsApp Business standar. Risiko banned akun konstan, dan tidak ada cara untuk merutekan inquiry ke berbagai unit dari satu nomor resmi.
Tidak Ada Routing Multi Agent dan Multi Unit.
Skala operasional Brawijaya Hospital menuntut solusi komunikasi yang tidak hanya menampung volume besar, tetapi juga cukup fleksibel untuk merutekan percakapan ke seluruh struktur unit dan dokter rumah sakit. Solusi standar di pasar umumnya belum mampu menjawab kebutuhan tersebut.
ROAS Stuck di 3x Padahal Traffic Kuat.
Dengan staf CRM yang menangani WhatsApp sambil menjalankan tugas billing dan follow up reguler, kualitas respons tidak konsisten. ROAS plateau di sekitar 3x, positif, namun jauh di bawah potensi yang seharusnya dihasilkan dari kualitas traffic.
Tidak Ada Visibilitas dari Klik Iklan hingga Treatment.
Marketing bisa mengukur klik dan CRM bisa mengukur kunjungan, tapi koneksi antara keduanya, iklan mana yang menggerakkan appointment mana lalu treatment revenue mana, tidak terlihat. Keputusan alokasi budget dibuat dengan data yang tidak lengkap.
Apa yang Ingin Dicapai Brawijaya Hospital
1. Jadikan WhatsApp Layer Konversi Production Grade untuk Paid Ads
Bangun setup WhatsApp yang bisa menyerap volume paid traffic penuh tanpa risiko banned akun, tanpa routing manual, dan tanpa kehilangan lead intent tinggi di jam jam puncak.
2. Routing ke 6 Unit dari Satu Nomor Resmi
Satu identitas WhatsApp, puluhan kampanye berjalan paralel, setiap lead mendarat di agent unit yang tepat secara otomatis, berdasarkan keyword kampanye yang membawanya masuk.
3. Konversi dalam Kecepatan Paid Traffic
Beralih dari “respons saat bisa” menjadi “respons di dalam jendela intent tinggi”. Tutupi peak jam 7 malam. Perlakukan setiap inbound WA sebagai paid lead yang sudah memakan biaya, karena memang begitu adanya.
4. Bangun Funnel Konversi Closed Loop
Lacak revenue sampai kembali ke klik iklan Google atau Meta yang asli. Beri manajemen kejelasan untuk mengalokasikan budget marketing berdasarkan bukti, bukan insting.
5. Posisikan Agent untuk Menutup Appointment, Bukan Sekadar Merespons Pesan
Perlakukan agent WhatsApp sebagai bagian dari sales funnel, diberi insentif, dilatih product knowledge, dan akuntabel pada konversi chat to appointment, bukan inbox pasif.
Solusi yang Diterapkan
Brawijaya Hospital bermitra dengan Qiscus untuk mendesain ulang WhatsApp sebagai lapisan optimasi digital marketing, bukan channel kontak generik. Implementasinya memperlakukan setiap percakapan inbound sebagai paid lead dengan ROAS terukur yang melekat di dalamnya.
WhatsApp Business API: Satu Nomor Resmi, Enam Unit, Tanpa Risiko Banned.
WhatsApp Business API melalui Qiscus menggantikan WA Business standar, memberikan Brawijaya Hospital satu nomor resmi yang mampu menyerap ratusan inquiry harian di seluruh 6 unit rumah sakit tanpa risiko suspensi akun. Ini adalah fondasi yang membuat semua sistem lainnya bisa berjalan.
Integrasi Website dengan Qiscus.
Kemudahan integrasi menjadi salah satu keunggulan Qiscus yang dirasakan langsung oleh tim Brawijaya Hospital. Percakapan masuk dengan konteks yang lengkap tanpa proses yang rumit, dan konversi traffic ke WhatsApp chat kini berada di angka 45%.
WhatsApp Flow: Seleksi Berbasis Tombol, Tanpa Ketik Bebas.
Begitu masuk ke dalam chat, interaksi pasien menggunakan WhatsApp Flow, seleksi berbasis tombol, bukan input ketik bebas. Pasien tidak perlu mengetik kode, menghafal keyword, atau menavigasi menu panjang. Mereka menekan tombol, bot merespons, dan percakapan bergerak maju dengan cara yang bisa diselesaikan setiap pasien terlepas dari tingkat literasi digital.
Bot Routing: Otomasi yang Andal.
Kemampuan otomasi Qiscus membantu tim mengarahkan setiap percakapan yang masuk secara tepat, tanpa perlu penyaringan manual.
Assign Agent: Distribusi Cerdas ke Spesialis yang Tepat.
Salah satu keunggulan Qiscus adalah kemampuannya mendistribusikan percakapan secara otomatis dan merata ke tim contact center. Agent menerima chat lengkap dengan konteks yang dibutuhkan, sehingga penanganan berjalan lebih cepat dan kon
Visibilitas Lintas Tim antara Digital Marketing, Contact Center, dan CRM.
Qiscus berperan sebagai jaringan ikat antara tiga tim yang masing masing memegang slice berbeda dari funnel: Digital Marketing (iklan dan website), Contact Center 24/7 (konversi WhatsApp), dan CRM (konfirmasi appointment, follow up visit, billing). Setiap tim beroperasi dengan KPI masing masing tetapi bekerja di atas satu lapisan percakapan yang sama, sehingga lead yang dihasilkan Digital Marketing, dikualifikasi Contact Center, dan dikonversi menjadi treatment oleh CRM tetap terlihat di ketiganya.
Workspace Multi Agent untuk Contact Center 24/7.
Workspace multi agent Qiscus menjadi fondasi operasional contact center 24 jam Brawijaya Hospital untuk seluruh unit rumah sakit dalam satu interface terpadu. Kesinambungan konteks percakapan dan kemampuan menampung volume tinggi di jam sibuk menjadi nilai yang sangat membantu operasional rumah sakit.
Arsitektur Open API
Ketersediaan Open API menjadi salah satu pertimbangan utama Brawijaya Hospital memilih Qiscus. Dengan infrastruktur yang terbuka, rumah sakit ini memiliki keleluasaan untuk mengembangkan sistem pengukuran sendiri sesuai kebutuhan bisnis, sesuatu yang sulit didapat dari solusi yang sifatnya paketan.
Bagaimana Brawijaya Hospital Memanfaatkan Solusi di Sepanjang Perjalanan Pasien
Perjalanan dimulai saat pasien mencari informasi kesehatan yang mereka butuhkan dan menemukan Brawijaya Hospital. Begitu mereka memutuskan untuk terhubung, seluruh proses berlangsung dalam satu percakapan WhatsApp yang berkesinambungan, pasien tidak perlu mengulang informasi, dan interaksinya terasa sederhana dari awal hingga akhir. Tim contact center Brawijaya Hospital yang tersedia 24 jam menerima percakapan lengkap dengan konteksnya, sehingga dapat menindaklanjuti sampai tahap booking appointment, sering kali di hari yang sama. Setelah appointment terkonfirmasi, integrasi dengan sistem internal rumah sakit membuat penanganan pasien berjalan rapi dan terpantau.
| Sebelum | Sesudah | |
|---|---|---|
| Infrastruktur WhatsApp | WA Business standar, risiko banned | WhatsApp Business API, satu nomor, 6 unit |
| Routing lead | Manual atau nomor per unit | Bot Routing, otomatis dan unit matched |
| UX input pasien | Ketik bebas, input kode manual | WhatsApp Flow, seleksi berbasis tombol |
| Assignment agent | First available, antrean bersama | Assign Agent, unit matched dan load balanced |
| Coverage | Tim CRM di jam kerja | Contact center 24/7 dedicated |
| Peran agent | Terbagi antara triase dan konversi | Fokus penuh pada kualifikasi dan konversi |
| ROAS | 3x | 5x |
| Lead WA per hari | 15 hingga 20 | 100+ di seluruh unit |
| Pelacakan konversi | Klik dan kunjungan diukur terpisah | End to end: klik iklan hingga treatment revenue |
Dampak Terukur dari Penggunaan Qiscus
1. Efisiensi Belanja Iklan yang Meningkat
Setelah memindahkan penanganan WhatsApp ke contact center 24/7 yang dibangun di atas Qiscus, ROAS Brawijaya Hospital melonjak dari 3x ke 5x. Dengan operasional yang masih dalam fase scaling, proyeksi internal mengarah ke 6x hingga 7x sebagai plateau berikutnya.
2. Pertumbuhan Volume Lead WhatsApp 70%
Lead WhatsApp inbound tumbuh 70% dibanding baseline pre Qiscus, didorong oleh kombinasi investasi iklan yang lebih besar dan lapisan konversi yang akhirnya mampu menampung volumenya.
3. 100+ Lead WhatsApp Per Hari di 6 Unit
Inquiry WhatsApp harian tumbuh dari 15 hingga 20 menjadi lebih dari 100 per hari, semuanya mengalir melalui satu nomor resmi dan dirutekan ke agent unit yang tepat secara otomatis.
4. 10 hingga 20 Appointment Baru Per Hari dari WhatsApp Saja
Contact center kini mengkonversi inquiry WhatsApp menjadi 10 hingga 20 appointment terkonfirmasi per hari, tingkat konversi chat to appointment 10% hingga 15% terhadap floor internal 10%.
5. Tingkat Konversi Traffic to WhatsApp 45%
Traffic website terkonversi menjadi percakapan WhatsApp di angka 45%.
6. Pertumbuhan Signifikan pada Akuisisi Pasien Baru
Dalam kurang lebih empat bulan kolaborasi, Brawijaya Hospital mencatat pertumbuhan yang bermakna dari sisi pasien baru, bukti bahwa funnel akuisisi ini efektif memperluas jangkauan, bukan hanya mengaktifkan kembali basis pasien yang sudah ada.
Kata Brawijaya Hospital
“Qiscus menjadi solusi yang selama ini kami cari. Dukungan dari Dhecky sebagai PIC sangat membantu, tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga pemahamannya terhadap marketing healthcare, sehingga solusi yang direkomendasikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan Brawijaya.
Begitu kami fokus WhatsApp 24/7, dampaknya langsung terasa pada efisiensi belanja iklan kami dan kami yakin ini belum berhenti di sini. Kejelasan data yang kami miliki sekarang mengubah cara manajemen mengalokasikan budget marketing.”
Hafiz Sm Suardi, Brawijaya Hospital
Ad Spend Anda Hanya Sekuat Layer Konversi di Bawahnya. Bagaimana dengan Milik Anda?
Hasil Brawijaya Hospital berangkat dari satu premis yang jelas: paid traffic hanya bernilai sebesar lapisan WhatsApp yang mengkonversinya. Budget iklan tidak berubah. Materi kreatif tidak berubah. Infrastruktur konversilah yang berubah, dan ROAS bergerak dari 3x ke 5x.
Jika organisasi Anda berinvestasi di Google dan Meta Ads namun kehilangan lead karena respons lambat, routing terfragmentasi, atau coverage after hours yang terbatas, pendekatan ini bisa diterapkan. Qiscus bermitra dengan rumah sakit dan organisasi kesehatan di seluruh Indonesia untuk mengubah WhatsApp menjadi channel akuisisi full funnel yang terukur.
Siap membangun success story Anda sendiri? Hubungi tim kami di qiscus.com