Cara Menangani Komplain & Keluhan Pelanggan: 17 Langkah

Cara menangani komplain pelanggan.

Cara menangani komplain pelanggan yang tepat dimulai dari satu hal, yaitu membuat pelanggan merasa didengar sebelum Anda menawarkan solusi apa pun. Bayangkan pelanggan yang menerima paket rusak lalu dibalas dengan template panjang yang tidak menyebut kerusakannya. Kemarahannya naik, dan masalah kecil berubah menjadi ulasan buruk yang dibaca ratusan orang.

Artikel ini memberi 17 langkah yang bisa langsung dipraktikkan, lengkap dengan contoh kalimat dan kesalahan yang harus dihindari di setiap langkah. Anda juga mendapat SOP lima langkah, cara menghadapi pelanggan yang sangat marah, dan template balasan untuk chat, email, dan telepon.

Daftar Isi

Apa Itu Keluhan Pelanggan? Pengertian dan Contohnya

Keluhan pelanggan adalah ungkapan ketidakpuasan terhadap produk atau layanan yang diterima, yang disampaikan lewat chat, telepon, email, atau media sosial. Contohnya pesanan yang terlambat, produk yang tidak sesuai deskripsi, atau agen yang kurang ramah. Keluhan bisa konstruktif atau destruktif, tergantung cara pelanggan menyampaikan dan cara bisnis meresponsnya.

Keluhan konstruktif adalah masukan yang spesifik, misalnya “ukuran di tabel berbeda dengan produk asli”. Masukan seperti ini membantu bisnis menemukan celah operasional. Keluhan destruktif datang dalam bentuk kemarahan, dan jika tidak ditanggapi tepat, keluhan di media sosial dan platform ulasan menyebar cepat dan merusak reputasi perusahaan.

Mendengarkan keluhan juga mencegah pelanggan pergi. Salah satu alasan utama pelanggan meninggalkan merek adalah merasa tidak didengar, sehingga penanganan yang baik membantu menekan churn rate. Pelanggan yang keluhannya selesai dengan baik sering menjadi lebih setia daripada pelanggan yang tidak pernah mengeluh.

Macam-Macam Keluhan Pelanggan

Keluhan pelanggan terbagi menjadi enam jenis, yaitu keluhan produk, aspek manusia, pelayanan, komunikasi internal, komunikasi eksternal, dan aspek sistem. Setiap jenis punya pemicu dan respons pertama yang berbeda, sehingga mengenalinya sejak awal mempercepat penyelesaian. Contoh kesalahan customer service yang lambat sering menjadi pemicu banyak jenis keluhan ini.

1. Keluhan Produk

Keluhan produk muncul ketika barang atau hasil layanan tidak sesuai harapan. Jenis ini paling sering terjadi di industri manufaktur dan ritel.

  • Contoh kasus, yaitu pelanggan menerima baju dengan warna berbeda dari foto di website
  • Penyebab umum, yaitu foto produk yang tidak akurat, kontrol kualitas yang longgar, atau deskripsi yang melebih-lebihkan
  • Respons pertama yang tepat “Terima kasih sudah memberi tahu kami. Bisa kirimkan foto produk yang Anda terima agar kami periksa?”

2. Keluhan Aspek Manusia

Keluhan ini berkaitan dengan sikap dan kemampuan staf saat berinteraksi dengan pelanggan.

  • Contoh kasus, yaitu agen menjawab dengan nada ketus atau tidak tahu cara kerja produk yang ditanyakan
  • Penyebab umum, yaitu pelatihan yang kurang, beban kerja berlebih, atau panduan produk yang tidak diperbarui
  • Respons pertama yang tepat “Mohon maaf atas pengalaman yang kurang menyenangkan. Kami akan menindaklanjutinya dengan tim dan menghubungi Anda kembali hari ini.”

3. Keluhan Pelayanan

Keluhan pelayanan menyangkut pengalaman keseluruhan, mulai dari kecepatan sampai konsistensi.

  • Contoh kasus, yaitu pesan pelanggan baru dibalas setelah dua hari, atau jawaban berbeda antara cabang Jakarta dan Surabaya
  • Penyebab umum, yaitu jumlah agen yang tidak sebanding dengan volume pesan, serta tidak adanya standar jawaban
  • Respons pertama yang tepat “Mohon maaf membuat Anda menunggu. Pesan Anda sudah kami terima dan kami proses sekarang.”

4. Keluhan Komunikasi Internal

Komunikasi internal yang buruk berdampak langsung pada pelanggan, meski pelanggan tidak melihat prosesnya.

  • Contoh kasus, yaitu pelanggan berulang kali diminta menjelaskan masalah yang sama kepada departemen berbeda
  • Penyebab umum, yaitu data pelanggan tersebar di banyak alat dan tidak ada aturan serah terima kasus
  • Respons pertama yang tepat “Mohon maaf Anda harus mengulang cerita. Saya sudah membaca riwayat Anda dan akan menanganinya langsung.”

5. Keluhan Komunikasi Eksternal

Keluhan ini muncul dari kampanye pemasaran atau informasi publik yang menyesatkan atau tidak relevan.

  • Contoh kasus, yaitu promo di iklan berbeda dengan syarat di halaman pembayaran
  • Penyebab umum, yaitu tim pemasaran dan layanan pelanggan tidak berbagi informasi promo yang sama
  • Respons pertama yang tepat “Terima kasih sudah menyampaikan. Kami cek syarat promonya sekarang dan menjelaskan hasilnya kepada Anda.”

6. Keluhan Aspek Sistem

Kesalahan sistem atau proses operasional yang tidak efisien sering menjadi sumber keluhan berulang.

  • Contoh kasus, yaitu pelanggan ditagih dua kali atau pembayaran berhasil tetapi pesanan tidak tercatat
  • Penyebab umum, yaitu gangguan integrasi pembayaran, kesalahan input data, atau proses persiapan pesanan yang lambat
  • Respons pertama yang tepat “Mohon maaf atas kesalahan penagihan ini. Kami periksa transaksi Anda sekarang dan mengabari hasilnya hari ini.”

Cara Menganalisis Keluhan Pelanggan

Menganalisis keluhan pelanggan dilakukan dengan membaca riwayat percakapan, mengidentifikasi pola yang berulang, dan mengumpulkan masukan lewat survei. Ketiganya membantu bisnis menemukan akar masalah, bukan hanya menyelesaikan keluhan satu per satu. Analisis yang rutin mengubah keluhan menjadi daftar perbaikan yang bisa dikerjakan.

1. Analisis Riwayat Percakapan Pelanggan

Setiap interaksi lewat email, telepon, atau live chat memuat informasi tentang masalah pelanggan. Susun laporan bulanan yang memuat lima penyebab keluhan terbanyak dan jumlahnya. Metrik seperti average resolution time dan first contact resolution menunjukkan seberapa cepat dan tuntas tim menyelesaikan keluhan.

2. Identifikasi Pola Keluhan yang Sering Muncul

Jika banyak pelanggan mengalami kendala yang sama, ada kelemahan pada produk, layanan, atau proses. Kelompokkan keluhan berdasarkan jenis masalah, produk, atau waktu terjadinya. Misalnya, lonjakan keluhan keterlambatan pengiriman dalam satu bulan menandakan masalah di rantai pasokan atau mitra logistik.

3. Lakukan Survei Pelanggan

Survei singkat setelah keluhan selesai mengukur kepuasan terhadap penanganan, bukan terhadap produk. Wawancara dengan pelanggan yang mengalami masalah kompleks memberi perspektif lebih detail. Konsep voice of customer membantu menyusun masukan itu secara sistematis.

17 Langkah Cara Menangani Keluhan Pelanggan

Menangani keluhan pelanggan dilakukan dengan 17 langkah yang mengikuti alur penanganan, mulai dari mendengarkan sampai mengukur hasil. Anda tidak harus menjalankan semuanya pada setiap kasus, tetapi urutan dasarnya menjaga penanganan tetap konsisten. Setiap langkah memuat tindakan konkret, contoh kalimat, dan kesalahan yang paling sering terjadi. Penanganan yang baik juga memperkuat hubungan dengan pelanggan.

1. Dengarkan Pelanggan dengan Baik

Mendengarkan berarti membiarkan pelanggan selesai bicara, lalu merangkum kembali masalahnya dengan kata Anda sendiri. Rangkuman itu membuktikan bahwa Anda menyimak dan menangkap kekeliruan sejak awal.

  • “Jadi paket sudah tiba, tetapi isinya berbeda dari yang Anda pesan. Apakah benar begitu?”
  • Satu pertanyaan klarifikasi cukup. Jangan menumpuk lima pertanyaan sekaligus.

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah memotong pelanggan atau langsung menyodorkan template sebelum pelanggan selesai. Platform omnichannel customer service membantu agen membaca riwayat dari WhatsApp, email, live chat, dan media sosial dalam satu dashboard, sehingga pelanggan tidak perlu mengulang cerita.

2. Bangun Empati

Empati berarti menyebut perasaan pelanggan secara spesifik, bukan sekadar mengucapkan “kami mengerti”. Kalimat yang menyebut kejadiannya terdengar tulus, sedangkan kalimat generik terdengar seperti skrip.

  • “Pasti kesal menunggu tiga hari tanpa kabar, apalagi paketnya untuk hadiah.”
  • “Saya paham ini mengganggu pekerjaan Anda.”

Hindari kalimat yang meremehkan, seperti “ini hal biasa” atau “Anda terlalu khawatir”. Latih empati lewat simulasi percakapan, bukan hanya lewat daftar kalimat.

3. Minta Maaf dengan Tulus

Permintaan maaf yang baik singkat, spesifik, dan tidak menyalahkan pihak lain. Sebut apa yang disesalkan, lalu langsung beralih ke tindakan.

  • “Mohon maaf pesanan Anda terlambat tiga hari. Kami sedang menelusuri posisi paketnya.”

Hindari permintaan maaf bersyarat seperti “maaf jika Anda merasa tidak nyaman”. Kalimat itu terdengar seperti bisnis tidak mengakui kesalahan. Fokuskan kalimat pada perbaikan, bukan pembelaan.

4. Kenali Keluhan dengan Baik

Kenali jenis dan tingkat keparahan keluhan sejak awal, memakai enam jenis keluhan di atas. Keluhan yang berdampak uang atau keselamatan pelanggan diprioritaskan lebih dulu daripada keluhan preferensi.

  • Tanyakan apa yang pelanggan harapkan, misalnya penukaran, pengembalian dana, atau sekadar permintaan maaf
  • Tandai keluhan dengan kategori agar mudah dianalisis nanti

Kesalahan umum adalah menganggap semua keluhan sama dan menjawab dengan satu pola. Pelanggan yang hanya ingin didengar tidak butuh kompensasi, dan pelanggan yang menunggu uangnya kembali tidak puas dengan permintaan maaf saja.

5. Catat Keluhan dengan Lengkap

Catatan yang lengkap mencegah pelanggan mengulang cerita ketika kasus berpindah agen. Minimal catat hal berikut.

  • Nama dan kontak pelanggan
  • Nomor pesanan atau transaksi
  • Waktu dan kanal kejadian
  • Kronologi singkat dan bukti, seperti foto atau tangkapan layar
  • Solusi yang sudah dijanjikan

Catatan ini juga menjadi bahan analisis pola keluhan di akhir bulan. Kesalahan umum adalah menyimpan catatan di chat pribadi agen, sehingga hilang ketika agen berganti shift.

6. Gunakan Tone of Voice yang Tepat

Tone of voice yang tepat meredakan ketegangan, sedangkan kata yang salah memperburuknya. Gunakan kalimat aktif dan ramah, hindari istilah internal, dan jangan memakai tanda seru berlebihan.

  • Lebih baik “Kami bantu cek sekarang” daripada “Mohon tunggu, sedang kami proses”
  • Lebih baik “Anda akan menerima kabar sebelum pukul 15.00” daripada “secepatnya”

Siapkan template customer service WhatsApp agar nada balasan konsisten di semua agen, lalu sesuaikan setiap template dengan detail kasus.

7. Tawarkan Solusi yang Jelas

Solusi yang jelas menjawab tiga hal, yaitu apa yang akan dilakukan, siapa yang melakukannya, dan kapan hasilnya diterima. Jawaban yang memuat ketiganya jauh lebih menenangkan daripada janji yang samar.

  • “Kami kirim ulang produk yang benar hari ini. Nomor resi Anda terima paling lambat besok pukul 12.00.”

Jika ada beberapa pilihan, tawarkan dua atau tiga dan biarkan pelanggan memilih, misalnya penukaran produk atau pengembalian dana. Memberi pilihan membuat pelanggan merasa punya kendali atas penyelesaian masalahnya.

8. Atur Ekspektasi Pelanggan

Atur ekspektasi dengan menyampaikan apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan sejak awal. Lebih baik menjanjikan waktu yang sedikit lebih longgar lalu menepatinya daripada menjanjikan waktu singkat lalu terlambat.

  • “Proses pengembalian dana butuh waktu beberapa hari kerja. Kami akan memberi kabar setiap ada perkembangan.”

Hindari kata “pasti” untuk hal yang bergantung pihak ketiga, seperti bank atau kurir. Pelanggan yang tahu batasan sejak awal jauh lebih tenang daripada pelanggan yang dijanjikan hal yang tidak terjadi.

9. Beri Kompensasi yang Wajar

Kompensasi diberikan ketika kesalahan jelas ada di pihak bisnis, dan nilainya sebanding dengan kerugian pelanggan. Susun tingkatan yang bisa dipakai agen, mulai dari permintaan maaf, penggantian produk, sampai diskon atau kredit.

  • Kesalahan kecil seperti keterlambatan singkat cukup dengan permintaan maaf dan informasi pelacakan
  • Kerugian nyata seperti produk rusak layak diganti atau dikembalikan dananya

Tetapkan batas kompensasi yang boleh diputuskan agen sendiri agar proses tidak lambat. Kompensasi bukan pengganti solusi, tetapi pelengkapnya.

10. Eskalasi Kasus yang Rumit

Eskalasi dilakukan ketika kasus melampaui kewenangan agen atau berisiko besar. Tetapkan pemicunya agar agen tidak ragu, misalnya keluhan berulang, nilai kerugian besar, ancaman membawa kasus ke publik atau jalur hukum, dan isu keamanan data.

  • Tulis catatan serah terima yang memuat ringkasan masalah, langkah yang sudah dilakukan, dan harapan pelanggan
  • Beri tahu pelanggan siapa yang akan menghubunginya dan kapan

Kesalahan umum adalah mengeskalasi tanpa konteks, sehingga pelanggan harus menjelaskan ulang kepada orang baru.

11. Obati Kekecewaan Pelanggan

Kekecewaan tidak selalu hilang setelah masalah teknis selesai. Pelanggan yang merasa diabaikan membutuhkan tanda bahwa bisnis peduli, misalnya pesan pribadi dari supervisor atau gestur kecil yang relevan.

  • “Saya [nama supervisor] ingin memastikan sendiri masalah Anda sudah selesai. Terima kasih sudah memberi kesempatan kami memperbaikinya.”

Gestur harus sesuai konteks dan tidak terkesan membeli diamnya pelanggan. Jika kekecewaan datang dari kesalahan berulang, perbaikan proses lebih berharga daripada hadiah.

12. Tanggapi Keluhan di Media Sosial

Keluhan di media sosial dilihat banyak orang, sehingga respons pertama harus cepat, sopan, dan singkat. Akui keluhan di ruang publik, lalu pindahkan detail ke pesan pribadi untuk menyelesaikannya.

  • Balasan publik “Mohon maaf atas pengalaman Anda. Kami sudah mengirim pesan pribadi untuk membantu menyelesaikannya.”

Jangan menghapus komentar kritis dan jangan berdebat di kolom komentar. Setelah masalah selesai, tanyakan dengan sopan apakah pelanggan bersedia memperbarui ulasannya.

13. Gunakan Teknologi untuk Mempercepat Respons

Teknologi mempercepat respons pada pertanyaan yang berulang, seperti status pesanan atau cara pengembalian. AI Agent untuk customer service menjawab pertanyaan itu berdasarkan knowledge base bisnis dan menyerahkan percakapan ke agen manusia ketika kasusnya rumit.

  • Pasang aturan handover agar keluhan beremosi tinggi langsung diterima agen manusia
  • Isi knowledge base dengan jawaban resmi, bukan dugaan

Kecepatan respons sangat berpengaruh pada persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan. Teknologi melengkapi agen manusia, bukan menggantikan empati mereka.

14. Tindak Lanjut yang Tepat

Tindak lanjut memastikan masalah benar-benar selesai dan pelanggan puas dengan hasilnya. Hubungi pelanggan setelah solusi dijalankan, bukan hanya setelah tiket ditutup.

  • “Halo [nama pelanggan], kami ingin memastikan produk pengganti sudah Anda terima dan berfungsi baik. Apakah ada yang masih mengganjal?”

Qiscus Helpdesk sebagai sistem helpdesk ticketing membantu tim melacak status keluhan dan memastikan setiap keluhan ditindaklanjuti sesuai SLA yang ditetapkan. Kesalahan umum adalah menutup tiket tanpa menanyakan hasil kepada pelanggan.

15. Ucapkan Terima Kasih

Ucapan terima kasih mengubah keluhan menjadi hubungan. Berterima kasihlah atas masukan, bukan sekadar atas kesabaran, karena keluhan membantu bisnis memperbaiki diri.

  • “Terima kasih sudah memberi tahu kami. Masukan Anda membuat kami memperbaiki proses pengemasan.”

Sebutkan perbaikan konkret jika ada. Pelanggan yang melihat keluhannya menghasilkan perubahan merasa dihargai sebagai individu, bukan sekadar nomor tiket.

16. Jadikan Keluhan sebagai Bahan Evaluasi

Setiap keluhan adalah kesempatan evaluasi. Simpan riwayat percakapan dan keluhan, lalu tinjau bersama tim setiap bulan untuk menemukan penyebab yang bisa dicegah.

  • Pilih tiga penyebab keluhan terbanyak dan tetapkan satu perbaikan untuk masing-masing
  • Tentukan penanggung jawab dan tenggat setiap perbaikan

Evaluasi yang sistematis membuat bisnis tidak hanya bereaksi pada keluhan, tetapi juga mencegah masalah serupa muncul lagi.

17. Ukur Efektivitas Penanganan Keluhan

Ukur penanganan keluhan dengan tiga metrik utama. Waktu respons pertama menunjukkan kecepatan. Tingkat penyelesaian di kontak pertama menunjukkan ketuntasan. Skor kepuasan setelah keluhan selesai menunjukkan apakah pelanggan merasa puas dengan hasilnya.

Pantau ketiganya setiap bulan dan bandingkan antarperiode. Metrik yang naik atau turun tajam menunjukkan langkah mana yang perlu diperbaiki, misalnya pelatihan empati atau penambahan agen di jam sibuk.

SOP Penanganan Keluhan dalam 5 Langkah

SOP penanganan keluhan membuat seluruh agen menangani keluhan dengan cara yang sama, sehingga hasilnya konsisten. SOP yang ringkas lebih mudah diikuti daripada dokumen panjang. Lima langkah berikut bisa disesuaikan dengan kanal, jenis keluhan, dan batas waktu layanan bisnis Anda, lalu didokumentasikan agar mudah dipelajari agen baru.

1. Terima dan Catat Keluhan

Terima keluhan dari kanal mana pun, lalu catat identitas pelanggan, kronologi, dan bukti yang tersedia. Berikan nomor tiket agar pelanggan bisa melacak penanganannya.

2. Klasifikasi dan Prioritaskan

Tentukan jenis dan tingkat keparahan keluhan. Keluhan yang berdampak besar atau melibatkan pelanggan penting diprioritaskan.

3. Tangani atau Eskalasi

Agen menangani keluhan sesuai kewenangannya. Kasus di luar kewenangan dieskalasi ke supervisor dengan konteks lengkap.

4. Sampaikan Solusi kepada Pelanggan

Komunikasikan solusi, langkah selanjutnya, dan perkiraan waktunya. Pastikan pelanggan memahami dan menyetujui solusi itu.

5. Tindak Lanjut dan Dokumentasi

Pastikan masalah selesai, tutup tiket, dan dokumentasikan hasilnya. Data ini menjadi bahan evaluasi pola keluhan.

Cara Menangani Hard Complaint

Hard complaint adalah keluhan dari pelanggan yang sangat marah, emosional, atau menuntut dengan nada keras. Menanganinya membutuhkan de-eskalasi, yaitu menurunkan ketegangan lebih dulu sebelum membahas solusi. Lima langkah berikut membantu agen tetap tenang, menjaga percakapan tetap produktif, dan mengetahui kapan harus meminta bantuan atasan.

1. Tetap Tenang dan Jangan Terpancing

Jaga nada bicara dan tulisan tetap stabil, sekalipun pelanggan emosional. Jangan membalas kemarahan dengan pembelaan atau huruf kapital.

2. Biarkan Pelanggan Menyampaikan Emosinya

Beri ruang pelanggan menumpahkan kekecewaannya tanpa dipotong. Pelanggan sering mereda setelah merasa didengar.

3. Validasi Perasaan Pelanggan

Akui bahwa kekecewaannya wajar. Kalimat seperti “Kami memahami ini sangat mengecewakan” menunjukkan bahwa Anda berada di pihak yang sama.

4. Arahkan ke Solusi Konkret

Setelah emosi mereda, alihkan pembicaraan ke langkah yang bisa dilakukan sekarang. Berikan pilihan yang realistis dan perkiraan waktu.

5. Eskalasi Jika Situasi Tidak Membaik

Jika pelanggan tetap menolak atau percakapan menjadi tidak pantas, libatkan supervisor. Catat percakapan untuk evaluasi tim.

Contoh Kalimat dan Template Balasan Komplain

Template balasan komplain yang baik mengakui masalah, meminta maaf, memberi langkah, dan menyebut waktu tindak lanjut. Format penyampaiannya berbeda untuk chat, email, dan telepon, sehingga tiga kelompok berikut disesuaikan dengan kanalnya. Ganti teks dalam kurung siku dengan data bisnis Anda. Kumpulan template lainnya ada di panduan contoh komplain pelanggan dan cara mengatasinya.

1. Template Balasan Chat

  • “Terima kasih sudah menghubungi kami. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Anda alami. Bisa Anda jelaskan lebih detail agar kami dapat membantu?”
  • “Kami sudah menerima laporan Anda dengan nomor [nomor tiket]. Tim kami sedang meninjau dan akan menghubungi Anda paling lambat [waktu].”
  • “Mohon maaf atas keterlambatan pesanan Anda. Pesanan diperkirakan tiba pada [tanggal], dan kami akan memberi kabar jika ada perubahan.”
  • “Terima kasih atas kesabaran Anda. Masalah Anda sudah kami selesaikan. Jika masih ada kendala, silakan balas pesan ini.”

2. Template Balasan Email

  • “Yth. Bapak atau Ibu [nama pelanggan], terima kasih sudah menyampaikan keluhan Anda. Kami memohon maaf atas kendala pada [masalah]. Tim kami sedang menanganinya dan akan memberi pembaruan dalam [waktu].”
  • “Yth. Bapak atau Ibu [nama pelanggan], keluhan Anda dengan nomor [nomor tiket] telah kami selesaikan melalui [solusi]. Kami menghargai masukan Anda dan siap membantu jika ada hal lain.”
  • “Yth. Bapak atau Ibu [nama pelanggan], sebagai bentuk permintaan maaf, kami menawarkan [kompensasi] untuk pembelian berikutnya. Terima kasih atas pengertian Anda.”

3. Template Balasan Telepon

  • “Selamat [pagi atau siang], terima kasih sudah menghubungi [nama bisnis]. Saya [nama agen]. Mohon maaf atas kendala yang Anda alami, bisa saya mendengar penjelasan Anda?”
  • “Saya mengerti ini mengecewakan. Saya akan mencatat keluhan Anda dan memastikan tim kami menindaklanjutinya dalam [waktu].”
  • “Terima kasih sudah menunggu, Bapak atau Ibu [nama pelanggan]. Solusi yang bisa kami lakukan adalah [solusi]. Apakah itu sesuai untuk Anda?”

Bagaimana Qiscus Membantu Tim Menangani Keluhan Pelanggan?

Tim yang menerima keluhan dari banyak kanal sering kehilangan konteks dan melewatkan batas waktu layanan. Dampaknya terasa pada pelanggan yang harus mengulang cerita, keluhan yang terlambat ditanggapi, dan data keluhan yang sulit dianalisis. Qiscus, sebagai agentic customer engagement platform, menyatukan percakapan, tiket, dan AI Agent dalam satu ekosistem untuk tim customer service.

Bank Raya menurunkan average resolution time hingga 97,6% setelah memakai Qiscus. Hasil itu menunjukkan bagaimana alur penanganan yang terstruktur mempercepat penyelesaian keluhan. Konsultasikan kebutuhan penanganan keluhan tim Anda dengan Qiscus untuk memetakan kanal dan alur yang paling relevan.

Ubah Setiap Keluhan Jadi Peluang Memperkuat Pelanggan

Menangani keluhan dengan tepat bukan hanya soal memperbaiki kesalahan, tetapi juga peluang memperkuat hubungan dan meningkatkan kualitas layanan. Dengarkan pelanggan dengan cermat, tunjukkan empati, dan gunakan teknologi yang tepat. Keluhan yang ditangani baik berubah menjadi umpan balik berharga tentang area yang perlu diperbaiki.

Jelajahi solusi customer engagement dari Qiscus untuk melihat bagaimana percakapan, tiket, dan AI Agent bekerja dalam satu platform.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Cara Menangani Komplain Pelanggan

Berikut jawaban singkat untuk empat pertanyaan yang paling sering muncul tentang cara menangani komplain pelanggan.

Apa 7 langkah mengatasi keluhan pelanggan?

Tujuh langkah inti adalah mendengarkan sampai selesai, bersikap empati, meminta maaf dengan tulus, mencatat keluhan, menawarkan solusi yang jelas, menindaklanjuti sampai tuntas, dan mengevaluasi hasilnya. Panduan di atas memuat 17 langkah lengkap, dan tujuh langkah ini adalah pegangan dasarnya.

Bagaimana cara menangani komplain pelanggan?

Dengarkan keluhan sampai selesai, akui perasaan pelanggan, minta maaf, tawarkan solusi yang jelas, lalu tindak lanjuti sampai masalah selesai. Eskalasi kasus yang melampaui kewenangan agen ke pihak yang tepat.

Apa 5 langkah penanganan keluhan pelanggan?

Lima langkah SOP penanganan keluhan adalah menerima dan mencatat keluhan, mengklasifikasi dan memprioritaskan, menangani atau mengeskalasi, menyampaikan solusi kepada pelanggan, serta menindaklanjuti dan mendokumentasikan hasilnya.

Apa saja jenis komplain pelanggan?

Jenis komplain yang umum adalah keluhan produk, aspek manusia, pelayanan, komunikasi internal, komunikasi eksternal, dan aspek sistem. Pengelompokan ini bisa berbeda antarsumber, tetapi keenamnya mencakup sumber keluhan yang paling sering muncul.

You May Also Like